Jembatan Darurat Penghubung Dua Dusun di KLU Terancam Putus

Kondisi jembatan darurat Sangiang dan Lokok Mandi yang sudah mulai lapuk. Warga berharap pemerintah membangun jembatan permanen di tempat ini. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Warga Dusun Sangiang, Desa Selengen, kecamatan Kayangan, ketar – ketir akibat infrastruktur jembatan penghubung dusun yang terancam putus. Warga berharap, Pemda Lombok Utara cekatan memperbaiki akses penghubung satu-satunya warga Sangiang.

Kadus Sangiang, Sudiar, kepada Suara NTB, Senin,  28 Januari 2019 mengungkapkan jembatan permanen tersebut sejatinya sudah ambrol pascabencana gempa skala 7.0 magnitudo 5 Agustus 2018. Sejak itu, jembatan sudah ditanggulangi dengan jembatan darurat terbuat dari batang pohon kelapa. Warga khawatir, pohon kelapa sebagai penyangga beban tidak mampu bertahan lama.

Iklan

“Kondisi saat ini kami anggap darurat, termasuk jembatan. Kalau ada yang sakit, susah. Jembatan tidak bisa dilewati roda 4 lagi, terpaksa yang sakit kami pikul untuk sekadar bisa melewati jembatan,” ujar Sudiar.

Jembatan Di Dusun Sangiang itu menjadi urat nadi transportasi warga setempat ke dusun – dusun lain. Sejak akses jalan dibuka dan mendapat program burda dari Pemda KLU, jalur tersebut semakin ramai. Sayangnya, jembatan yang sudah dibangunkan tidak bertahan lama karena roboh akibat bencana gempa.

Sekarang pun kondisinya lebih parah lagi. Jembatan tersebut sudah goyang, karena struktur penyangga dari batang dikhawatirkan mulai lapuk. Struktur bagian bawah jembatan juga berubah seiring datangnya musim hujan.

“Waktu itu, jembatan kami bangun dari batang kelapa. Kami khawatir sekarang sudah lapuk. Kondisi saat ini, jembatan hanya bisa dilewati kendaraan roda dua, itu pun sudah goyang-goyang,” akunya.

Sejauh upaya yang dilakukan Kadus, dirinya telah berkomunikasi dengan pihak Kecamatan Kayangan untuk mendapat penanganan jembatan. Pihaknya juga berharap, Dinas PU Kabupaten segera turun memeriksa dan mencari solusi untuk memudahkan akses transportasi warga. “Saya sudah melapor di kecamatan, rencana sore ini (kemarin, red) langsung ke PU meminta bantuan penanganan,” tandasnya.

Tak hanya soal jembatan, warga Sangiang juga kesulitan mengatasi banyaknya titik-titik jaringan irigasi yang jebol di dusun itu. Meskipun saat ini jaringan irigasi tidak teraliri air, namun ke depan jaringan itu diharapkan sudah normal. (ari)