Jembatan Belum Tuntas, Masyarakat Orong Telu Gunakan Rakit Seberangi Sungai

Tampak kondisi masyarakat Tempoak Renok Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa yang menyeberangi sungai menggunakan rakit. (Suara NTB/Andi) 

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pembangunan Jembatan Tempoak Renok Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa hingga kini  belum tuntas. Kondisi ini menyulitkan akses masyarakat setempat.  Parahnya di musim penghujan ini,  masyarakat harus menggunakan rakit menyeberangi sungai.

Jika jembatan tersebut tidak dituntaskan tahun ini,  maka akses masyarakat dari dan menuju Orong Telu akan semakin sulit.  Karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses transportasi yang dilalui.

Tokoh Pemuda Kecamatan Orong Telu,  Andi Jauhari yang dikonfirmasi Suara NTB membenarkan kondisi tersebut.  Ditegaskannya,  pengerjaan Jembatan Tempoak Renok terkesan asal-asalan. Hal itu terbukti dengan adanya dokumentasi berupa foto  yang memperlihatkan batu kali yang mulai tergerus. Pengawas lapangan juga jarang berada di lokasi pembangunan ini.  Karenanya,  pihak terkait diminta untuk memperhatikan kondisi yang terjadi.  “Masyarakat Orong Telu menuntut agar pihak-pihak terkait seperti Dinas PUPR agar segera menyikapi kondisi yang ada. Mengingat jalan tersebut merupakan akses satu satunya menuju Orong Telu,” ujarnya.

Menurutnya,  pembangunan jembatan yang seharusnya menjadi berkah bagi masyarakat, sekarang malah menjadi malapetaka bagi mereka. Oleh karena adanya pembangunan jembatan tersebut, masyarakat harus naik rakit agar bisa menyeberangi sungai. Bahkan banyak warga yang menginap di seberang sungai. “Untuk sekali nyebrang, rakit harus dibayar dengan harga Rp 50 ribu (khusus sepeda motor).   Sementara untuk roda empat tidak memiliki akses sama sekali (lumpuh total),” bebernya.

Masalah lain yang timbul akibat itu, lanjut Andi, kebutuhan masyarakat dimusim tanam ini menjadi tidak bisa terpenuhi. Pada musim tanam seperti ini masyarakat seharusnya mengkonsumsi makanan yang bergizi. Akan tetapi itu tidak bisa karena terkendala akses transportasi. Sebab bahan lauk pauk bergizi hanya bisa didapatkan melalui mobil pick up yang berjualan ke daerah tersebut. “Masyarakat berharap agar Dinas PUPR dan BPBD untuk turun tangan dalam menyelesaikan masalah yang ada. Hal ini akan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Orong Telu. Banyak lagi aspek-apek lain yang akan terdampak,” cetusnya.

Terpisah,  Kepala Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa,  H. Rosihan, S.T., M.T yang ditemui di ruang kerjanya,  Rabu, 16 Desember 2020 enggan memberikan keterangan.  Tetapi ia menyarankan untuk mengkonfirmasi langsung kepada Kabid Bina Marga, M.  Ikhsan Imanuddin,  S. T yang juga selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)  proyek dimaksud. Sedangkan Ikhsan yang coba dikonfirmasi tidak berada di ruangannya.  Wartawan juga berupaya menghubungi melalui telepon,  tetapi tidak ada respon.  Bahkan melalui pesan Whatsapp dan SMS juga belum ada balasan.(ind) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here