Jemaah Umrah Gagal Berangkat, Patuh NTB Minta Maskapai Bijaksana

Pengurus Patuh NTB, Kemenag NTB dan unsur dari Polda NTB usai melakukan audiensi di Kemenag NTB kemarin. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengurus Persatuan Travel Umrah dan Haji (Patuh) Provinsi NTB masih mengharapkan kebijaksanaan dari maskapai. Menyusul gagal pemberangkatan jemaah umrah setelah pemerintah Arab Saudi menyatakan menutup sementara masuknya jemaah umrah dari berbagai negara setelah merebaknya virus corona.

Puluhan perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah di NTB, yang tergabung dalam Patuh NTB, Jumat, 6 Maret 2020 hingga jelang siang kemarin beraudiensi dengan Polda NTB dan Kementerian Agama Wilayah NTB. Pertemuan ini sebetulnya membahas soal upaya bersama menjaga kondusifitas di daerah, setelah Arab Saudi mengumumkan penghentian sementera menerima jemaah haji dan umrah.

Iklan

Diketahui, NTB adalah lumbung pengiriman jemaah haji dan umrah. Setiap bulan, perusahaan penyelenggara perjalanan haji dan umrah memberangkatkan ribuan jemaah. Setelah izin umrah sementara ini ditutup Arab Saudi, ada ratusan jemaah umrah yang terpaksa kembali lagi karena gagal berangkat. Menteri Agama, Jenderal Purnawirawan TNI Fachrul Razi menegaskan, kendati gagal berangkat, atau tertunda pemberangkatan, dipastikan calon jemaah tak dirugikan, secara materiil. Komitmen itulah yang dituntut oleh Patuh NTB dalam audiensi di aula Kemenag NTB kemarin.

TGH. Turmuzi mengatakan, pada prinsipnya, Patuh NTB juga tetap menjamin kondusifitas daerah. Para jemaah yang dipulangkan atau tertunda pemberangkatannya tetap diyakinkan tidak ada persoalan. “Tapi 300an jemaah umrah yang sudah sampai Jakarta, atau sudah transit sampai Malaysia dipulangkan. Maskapai sudah menganggap hangus tiketnya. Tidak bisa lagi diganti meskipun gagal berangkat,” katanya.

Karena itu, menjadi pertanyaan bagi Patuh NTB komitmen yang disampaikan Menteri Agama, bahwa tidak dirugikan, jemaah yang gagal berangkat umrah. karena itu juga, Patuh NTB meminta penegasan komitmen tersebut. Kementerian Agama diharapkan bernegosiasi dengan maskapai untuk membijaksanai kerugian calon jemaah umrah.

“Untuk sementara, ada 300-an jemaah yang terpaksa balik. Kerugiannya dari harga tiket saja sudah diatas Rp1 miliar. Kita mengharapkan Kanwil Kemenag NTB juga menyuarakan kepada Kemenag untuk membantu mengkomunikasikan kerugian ini kembali kepada maskapai,” harapnya. (bul)