Jelang Sehari Tes SKD Berakhir, 665 Pelamar CPNS Pemprov NTB Langsung Dinyatakan Gugur

Syamsul Buhari (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sehari jelang berakhirnya pelaksanan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov NTB, tercatat sebanyak 665 pelamar langsung dinyatakan gugur. Pelamar dinyatakan gugur karena tidak hadir tes SKD yang dimulai 23 September – 18 Oktober 2021.

Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., menjelaskan pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov NTB akan berakhir, Selasa, 19 Oktober 2021 hari ini. Dari 7.675 peserta SKD, sebanyak 7.010 orang yang hadir.

Iklan

Sebanyak 665 peserta atau pelamar yang tidak hadir tes SKD. Sehingga, otomatis mereka dinyatakan gugur dalam tes SKD. “Sampai hari ini (kemarin, red) sebanyak 665 pelamar yang tidak hadir tes SKD. Sementara yang hadir 7.010 orang,” kata Syamsul dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 18 Oktober 2021.

Syamsul menjelaskan tidak ada tambahan jadwal pelaksanaan tes SKD CPNS Pemprov NTB. Tes SKD CPNS Pemprov NTB akan berakhir, Selasa, 19 Oktober 2021 hari ini. Bagi peserta yang tidak bisa ikut tes SKD karena terpapar Covid-19 pada hari-hari sebelumnya, mereka akan ikut pada Selasa, 19 Oktober 2021.

“Tidak ada yang menyusul tes SKD tanggal 20 Oktober. Kita sampai tanggal 19 Oktober 2021 saja tes SKD sebanyak 4 sesi dengan peserta yang menyusul 5 orang saja,” sebutnya.

Peserta yang tidak hadir tes SKD dinilai membuang kesempatan dalam seleksi CPNS 2021. Pasalnya banyak peserta yang berusaha agar bisa ikut tes SKD, namun gagal dalam seleksi administrasi.

Setelah tes SKD berakhir, nantinya akan dilanjutkan dengan seleksi kompetensi bidang (SKB). Peserta yang berhak ikut SKB, mereka yang memenuhi passing grade atau nilai ambang batas.

Namun pelamar yang memenuhi passing grade belum menjamin bisa ikut SKB. Pasalnya, dalam setiap formasi, nantinya akan dirangking tiga pelamar yang memperoleh nilai tertinggi.

Passing grade SKD CPNS 2021, telah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo Nomor 1023 Tahun 2021. Pelamar yang mendaftar pada penetapan kebutuhan umum harus memenuhi passing grade 65 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK), 80 untuk tes intelegensia umum (TIU), dan 166 untuk tes karakteristik pribadi (TKP).

Passing grade TKP tahun ini meningkat dari passing grade tahun sebelumnya, yaitu 126. Perubahan nilai ambang batas dipengaruhi karena di tahun ini terdapat penambahan butir soal pada TKP yang semula 35 menjadi 45 soal. Sementara jumlah soal TWK sama dengan tahun sebelumnya yaitu 30 soal dan TIU 35 soal.

Namun, ketentuan passing grade ini dikecualikan bagi peserta yang mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus. Bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif SKD paling rendah adalah 311 dan nilai TIU paling rendah 85.

Bagi penyandang disabilitas harus mencapai nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dengan TIU paling rendah 60. Sementara, bagi putra/putri Papua dan Papua Barat harus mencapai nilai kumulatif paling rendah 286 dan TIU paling rendah 60.

Pengecualian lainnya juga diberikan untuk jabatan-jabatan tertentu pada penetapan kebutuhan umum. Pada jabatan Dokter, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, Dokter Gigi Spesialis, dan Dokter Pendidik Klinis, ditetapkan nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dan nilai TIU paling rendah 80.

Jabatan lain yang diberi pengecualian adalah ABK, Rescuer, dan Pengamat Gunung Api. Pada jabatan tersebut nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dan nilai TIU 70. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional