Jelang Ramadhan, Harga Daging Sapi dan Cabai di Kota Bima Naik

Kota Bima (Suara NTB) –  Sepekan menjelang bulan suci Ramadhan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kota Bima mengalami kenaikan yang signifikan. Diantaranya, harga daging sapi dan cabai merah.

Dua kebutuhan pokok tersebut terpantau di pasar modern Amahami Kota Bima, Selasa, 8 Mei 2018. Sementara kebutuhan pokok, lainnya seperti beras dan daging ayam potong masih stabil. Sedangkan harga bawang merah mengalami penurunan.

Iklan

Pedagang daging sapi, Anton, warga Tolotongga Kelurahan Melayu mengatakan, harga daging sapi saat ini mencapai Rp110.000 perkilogram. Kata dia, harga tersebut naik dalam satu minggu terakhir ini.

“Sebelumnya kita jual Rp100.000 perkilo. Biasa setiap tahun menjelang bulan puasa harganya naik. Tapi dua atau tiga minggu setelah itu akan stabil,” katanya.

Selain daging sapi, harga cabai merah juga mengalami kenaikan mencapai Rp10.000 perkilo. Dari Rp40.000 perkilo. Namun kini harganya melonjak naik menembus Rp50.000 perkilo.

“Kenaikan harga cabai ini sejak awal Bulan Mei,” kata Siti hawa, penjual Cabai merah asal Desa Donggo Bolo Kecamatan Woha.

Harga daging ayam potong yang dijual di pasar setempat mencapai Rp45.000 perkilo. Sedangkan harga beras menembus Rp10.000 perkilo. Harga tersebut masih dalam keadaan stabil atau tidak ada peningkatan harga.

Sementara harga bawang merah justru mengalami penurunan dari Rp25.000 perkilo, tapi kini melonjak Rp20.000 perkilo. Menurut pedagang, turunnya harga tersebut karena saat ini bawang merah tengah masa panen.

“Penurunan ini sudah satu Bulan terakhir ini karena banyaknya pasokan,” kata Yulianingsih.

Sementara Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Bima, Nurjanah SE mengatakan menjelang Ramadhan harga barang, terutama kebutuhan pokok berlangsung dinamis.

“Menjelang Ramadhan penawaran semakin meningkat dan ini yang mempengaruhi harganya,” katanya.
Meski demikian, dalam pantauan pihaknya dalam satu minggu pertama bulan Mei ini tidak ada perubahan yang meningkat. Kalaupun ada peningkatan tidak sampai merugikan konsumen atau pembeli.

“Dalam satu kali seminggu kita tetap melakukan sidak untuk memastikan kondisi harga barang. Dalam Bulan puasa ini sidak akan intens dilakukan,” pungkasnya. (uki)