Jelang Ramadhan, Harga Cabai Belum Terkendali

Ilustrasi komoditas cabai (pixabay)

Taliwang (Suara NTB) – Harga cabe rawit merah di tiga pasar induk di Sumbawa Barat  yakni di Kecamatan Taliwang, Seteluk dan Maluk, masih belum terkendali. Bahkan harga cabai saat ini mencapai Rp140-150 ribu perkilogram dari harga normal Rp70-90 ribu perkilogramnya. Harga tersebut juga diprediksi akan terus merangkak naik jelang puasa dan Idul Fitri mendatang.

“Memang untuk harga cabe rawit merah masih belum terkendali meski turun dari harga sebelumnya yang mencapai Rp240 ribu perkilogramnya. Kami juga memprediksi harga tersebut akan tetap tinggi jelang bulan puasa dan idul fitri nanti karena pasokannya juga terbatas,” ungkap ungkap Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Perdagangan (Koperindag) kepada Suara NTB melalui Kabid Perdagangan Rahadian S. Pd, M.Si, Minggu, 11 April 2021.

Iklan

Dikatakannya, ada beberapa faktor menjadi penyebab melonjaknya harga cabai di KSB, salah satunya sangat terbatasnya pasokan dari Lombok maupun daerah lainnya.  Selain itu, belum adanya  sentra perkebunan khususnya cabai rawit merah menjadikan harga tidak bisa dikendalikan karena sangat bergantung ke daerah lain. Bahkan hasil laporan yang diterima, jumlah produksi dalam daerah hanya mampu dihasilkan sekitar 30 persen dari jumlah kebutuhan masyarakat. ” Kebaikan harga cabe rawit merah ini sudah terjadi sejak lama karena memamg pasokannya terbatas ditambah lagi dengan belum adanya sentra perkebunan cabai di KSB,” sebutnya.

Ia menambahkan, selain cabai harga komoditas lainnya juga akan diprediksi terus melonjak terutama telur terutama jelang bulan puasa dan idul fitri. Apalagi tingginya harga cabai tidak hanya hanya terjadi di KSB saja melainkan di seluruh Indonesia karena memang pasokannya terbatas. Sementara untuk bahan pangan jenis lainnya masih terpantau normal dan belum terjadi kenaikan. Harga daging misalnya, perkilogramnya masih normal yakni di angka Rp110-120 ribu perkiogramnya dan harga ayam potong masih berkisar di angka Rp45-50 ribu perkilogrmannya. “Kita khawatirkan saat ini harga komoditas tersebut sulit terkendali jelang puasa dan lebaran sehingga, perlu langkah strategis untuk menyelesaikan masalah ini supaya masyarakat tidak kesulitan nanti,” pungkasnya. (ils)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional