Jelang Puncak FPT 2017, Pengunjung Mulai Padati Padang Savana Doro Ncanga

Dompu (Suara NTB) – Puncak festival pesona Tambora (FPT) tahun 2017 kembali dilaksanakan pada 11 April di padang Savana Doro Ncanga Dompu. Berbagai kegiatan mulai meramaikan arena padang Savana yang diawali oleh kegiatan trail adventure, sepeda wisata, kemah bhakti, pesona puru jago dan kegiatan yang diselenggarakan Kompas. Kegiatan ini mendapat antusias peserta, bahkan warga Dompu mulai memadati padang savana untuk berkemah menikmati alam di lereng gunung Tambora dan jualan.

Cuaca yang cerah dan sesekali hujan ringan menambah sejuknya suasana di padang Savana Doro Ncanga bagian selatan lereng gunung Tambora Dompu. Karena sebelumnya, selama lebih dari sepekan hujan badai melanda daerah di kawasan sekitar gunung Tambora.

Kondisi ini menambah keindahan padang Savana Doro Ncanga yang terbentang luas, sehingga butiran debu dan pasir sisa letusan gunung Tambora tahun 1815 lalu tidak berterbangan, kendati kendaraan lalu lalang di luas jalan beraspal.

Angin sepoi dari gunung Tambora dan sebaliknya angin laut dari teluk Saleh juga meniup tidak terlalu kencang ke daratan. Apalagi di sekitar area puncak FPT menjadi titik yang bisa menikmati keindahan daratan dan lautan yang dijuluki kolam raksasa menampung hasil laut dengan nilai triliunan.

Trail adventure mengawali kegiatan di lokasi puncak FPT tahun 2017, Sabtu (8/4). Trail yang diikuti oleh 600 orang peserta dari Lombok, Sumbawa, Bima, dan Dompu ini juga kehadiran peserta dari Bali dan Palu. Kendati tidak banyak peserta dari luar NTB, diakui karena padatnya agenda trail nasional. “Ini juga karena panitia baru bekerja efektif satu bulan. Bila dibandingkan tahun sebelumnya, peserta tahun ini mengalami penurunan dan ini harus dievaluasi untuk perbaikan kedepan,” katanya.

Bupati Dompu, Drs. H. Bambang M. Yasin pada kesempatan yang sama, mengatakan, berkurangnya peserta karena seleksi alam dan yang bertahan hanya mereka benar – benar pecinta trail. Trabaser dari Palu, Bali dan luar Dompu diharapkan bisa menceritakan keindahan alam Dompu di daerahnya. “Tapi kegiatan ini berlangsung sukses,” katanya.

Suasana di sekitar lokasi puncak acara FPT tahun 2017 di padang savana Doro Ncanga Dompu, pertanda puncak acara FPT siap digelar.

Selain trail adventure, pada Minggu, 9 April 2017 pagi kemarin juga dilangsungkan sepeda wisata. Bersepeda yang mengambil titik star di rumah singgah puncak acara FPT menuju objek wisata Sarae Nduha dengan jarak tempuh sekitar 5,5 KM. Unsur forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD) Kabupaten Dompu, para pejabat hingga masyarakat umum meramaikan kegiatan ini. Bahkan Bupati Dompu juga ikut bersepeda bersama ibu Bupati.

Kegiatan yang ditargetkan 200 sepeda karena kondisi jauh dari pusat kota Dompu ini justru jauh melebihi dari yang ditargetkan.

Berbagai hadiah undian disiapkan panitia, mulai dari uang segar, uang tabungan oleh BRI dan Pegadaian, sepeda dan berbagai hadiah lainnya. “Saya cukup salut dengan kerja panitia yang mampu menghadirkan peserta jauh dari yang ditarget. Keindahan alam ini perlu kita ulangi lagi kegiatan kedepan dan sesekali kita perlu data bersepeda untuk menikmati keindahan alam di Doro Ncanga ini tiga bulan kedepan sambil berkemah,” ajak Bupati Dompu,. H. Bambang M. Yasin di arena sepeda wisata Sarae Nduha, Minggu kemarin.

Penyanyi kebanggaan masyarakat Dompu yang berhasil masuk lima besar di ajang pencarian bakat TV nasional, Fazrun alias Fero Tambora ikut menghibur peserta sepeda wisata di Sarae Nduha bersama pemusik lainnya. Para pengunjuk pun juga disuguhkan dengan indahan objek wisata Sarae Nduha yang ditata secara sukarela oleh para pemuda pecinta alam ini. Berbagai makanan dan minuman juga disediakan, termasuk makanan dari jagung yang disediakan pihak Dinas Pertanian dan Perkebunan Dompu.

Peserta kemah bhakti juga sudah mulai memenuhi padang savana Doro Ncanga. Peserta kemah bhakti yang akan berlangsung hingga 13 April ini, nantinya akan menjadi peserta jelajah alam gunung Tambora pada 12 April mendatang dengan hadiah jutaan. Dalam jelajah alam gunung Tambora, mereka juga akan melakukan pembersihan gunung yang dilewatinya.

Plt Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Dompu, H. Ichtiar, SH mengatakan even Festival Pesona Tambora (FPT) tahun 2017 ini bukan semata-mata agenda seremonial. Tapi menjadi momen menumbuhkan ekonomi kerakyatan, karena kegiatannya melibatkan semua unsur dan memiliki nilai tambah bagi perekonomian masyarakat, terutama pedagang kecil yang kini banyak menjajakan barang dagangan di sekitar lokasi puncak pelaksanaan FPT maupun dalam kota. “Ini dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan, jadi harus tetap kita tingkatkan,” katanya kepada wartawan ditemui di objek wisata Sarae Nduha, Minggu, 9 April 2017.

H. Ichtiar juga memperkirakan, jumlah pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam padang Savana Doro Ncanga lokasi puncak FPT telah mencapai puluhan ribu. Jumlah ini diperkirakan akan semakin banyak menjelang puncak FPT hingga 11 April 2017. Tidak hanya masyarakat Dompu, tapi juga masyarakat dari luar Dompu termasuk dari Jakarta dan daerah lainnya. Bertambahnya pengunjung tentu akan berpengaruh pada perputaran rupiah di Dompu, terutama bagi masayarakat Kecamatan Pekat sebagai lokasi sentral kegiatan.

“Di sini kita lihat pertumbuhan ekonomi sektorilnya, lihat pedagang-pedagang sudah berjejer semua sekarang,” ujarnya.

Mengingat FPT saat ini telah menjadi event tahunan, Ichtiar berharap tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan yang lebih signifikan kaitan dengan pengunjung. Sehingga destinasi wisata yang dimiliki ini dapat benar-benar bermanfaat bagi masayarakat ekonomi lemah.

Sementara itu salah seorang pedagang makanan disekitar tenda penginapan, Asma menyebutkan, jika dibanding pengahasilan tiap hari sebelum pelaksanaan kegiatan, saat ini sudah ada peningkatan. Dari hasil penjualan nasi dan jajanan anak-anak, ia berhasil meraup keuntungan Rp 1,5 juta lebih tiap harinya. “Ini juga masih belum datang semua tamu-tamunya. Kalau sudah datang mungkin kita bisa dapat untung sampai Rp.5 Juta nanti,” jelasnya.

Sementara itu harapnya, hal utama yang mesti diantisipasi pihak keamanan dan instansi terkait lainya selama FPT ini, yakni keamanan dan ketertiban proses kegiatan. Ketika terjadi konflik dan gangguang lain, selain mempengaruhi pengahasilanya juga akan mencederai pelaksanaan FPT tahun ini maupun tahun-tahun berikutnya. “Kita minta keamanannya saja, jangan sampai ada perkelahian karena rusak nama Dompu nanti di luar,” pungkasnya. (ula/jun/*)