Jelang Puasa Ramadan, Stok Pangan Dompu Masih Aman

Dompu (Suara NTB) – Menjelang puasa bulan Ramadan, stok pangan di Kabupaten Dompu masih aman. Bahkan beras dan gabah pascapanen langsung dijual oleh para petani sisa kebutuhan konsumsinya. Kenaikan beberapa harga juga tidak mengalami lonjakan berarti dan kenaikan diduga karena permainan pengepul yang hendak menaikkan harga.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Drs Burhanuddin melalui Kasi Cadangan Pangan, Hetti Paradiaty, SP kepada Suara NTB, Rabu, 17 Mei 2017 mengungkapkan, hasil pendataan yang dilakukan pihaknya stok beras pemerintah yang tersedia di gudang Bulog Dompu sebanyak 2.324,987 ton dan stok gabah kering gilingnya ada 12.320 ton.

Iklan

Stok beras dan gabah ini akan cukup memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Dompu. Tetapi stok pangan ini biasanya dikeluarkan pemerintah untuk kebutuhan beras raskin perbulannya hanya 290 ton dan hingga Ramadan sebesar 1.700 ton.

Sementara saat ini, kata Hetty, petani di Dompu masih juga dalam suasana masa panen. Para petani biasanya menyimpan kebutuhan pangannya di gudang rumah pribadi maupun dititipkan di penggilingan umum atau di gudang lumbung pangan. Namun sejauh ini belum bisa terdata karena disimpan di gudang pribadi.

“Untuk di penggilingan besar seperti di Putra Indonesia kita tidak pernah dapatkan datanya, karena berasnya keluar masuk dan tidak pernah bertahan lama di gudang,” ungkapnya.

Kendati demikian, kebiasaan masyarakat saat ini selalu menjual hasil produksi gabahnya selain kebutuhan pangan pribadi. Sehingga gabah dari Dompu banyak memenuhi kebutuhan pangan seperti di wilayah Bima.

“Gudang divre Bulog di Sila (Bima) itu banyak diisi oleh gabah dari Dompu,” jelasnya.

Sebelumnya, kepala gudang divre Bulog Dompu, Lalu Irfan Saputra mengatakan, persediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan tahun ini sudah sangat mencukupi. Saat ini pihaknya akan memulai proses penggilingan padi, sehingga dipastikan kebutuhan masyarakat Dompu akan beras tidak akan menjadi persoalan yang berarti. Terkecuali memang terjadi insiden-insiden yang tidak diinginkan, seperti kebakaran dan bencana alam lainnya.

Kebutuhan masyarakat baik sebelum maupun saat Ramadan, tidak mengalami perbedaan. Terkecuali dibutuhkan penyaluran beras untuk kegiatan sosial seperti pasar murah, maka dibutuhkan penyaluran beras yang lumayan besar.

Namun demikian, untuk mengantisipasi lonjakan seketika kebutuhan di lapangan itu pihaknya pun menyediakan stok beras tersendiri. Dilihat dari tingkat kebutuhan masyarakat se-Kabupaten Dompu tiap bulannya, persediaan yang ada di gudang saat ini cukup untuk kebutuhan selama 7 bulan.

Kasi Harga Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Dompu, Sukaemi, S.Pt pada kesempatan yang sama, mengaku berdasarkan pendataan harga pangan di pasar induk Dompu dan pasar Manggelewa yang dilakukan pihaknya sejauh ini masih stabil sejumlah harga pangan. Seperti beras super Rp 10 ribu per kg, namun terjadi perbedaan untuk harga beras medium 2 yaitu Rp 7 ribu per kg di Manggelewa dan Rp 8 ribu per kg di pasar Dompu.

Harga gula pasir juga terjadi perbedaan yaitu Rp 14 ribu per kg di Dompu dan Rp 16 ribu per kg di Manggelewa. Minyak goreng bimoli isi ulang Rp 16 ribu per liter di Dompu dan Rp 17 ribu di Manggelewa. Begitu juga dengan cabe merah besar Rp 50 ribu per kg di Dompu dan Rp 60 ribu di Manggelewa, cabe keriting Rp 40 ribu per kg di Dompu dan Rp 50 ribu di Manggelewa. Sementara untuk daging sapi Rp 90 ribu per kg, daging ayam boiler Rp 40 ribu per kg, telur ayam ras Rp 1.300 per biji, cabe rawit Rp 70 ribu dan bawang merah Rp 20 ribu per kg.

Stok pangan yang aman, tapi mengalami kenaikan beberapa jenis pangan disebut Sukaemi, kemungkinan besar akibat permainan tengkulak yang hendak menaikan harga jelang puasa. Untuk mengantisipasi kenaikan harga yang sudah diserahkan kepada aparat Kepolisian, tapi koordinasi tetap harus dilakukan oleh Dinas Perdagangan.

“Perdagangan juga harus berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan. Namun sejauh ini belum ada koordinasi,” kata Sukaemi. (ula/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here