Jelang PTM, Guru dan Tenaga Kependidikan di MTsN 2 Loteng Divaksin

Seorang guru di MTsN 2 Loteng menunjukkan bukti sudah divaksin, Rabu, 16 Juni 2021. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Menjelang tahun ajaran baru 2021/2021, jajaran madrasah di bawah Kementerian Agama (Kemenag) Lombok Tengah (Loteng), fokus menyelesaikan vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan. Jika sudah dilakukan vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan, maka aktivitas Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah yang rencananya digelar pada tahun ajaran baru nanti siap dilaksanakan.

Seperti yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Loteng melakukan vaksinasi pada guru dan tenaga kependidikan, Rabu, 16 Juni 2021. Menurut Kepala MTsN 2 Loteng Nasruddin Mansyur, M.Pd., sesuai ketentuan yang ada, untuk melaksanakan kegiatan PTM, satuan pendidikan harus sudah melakukan vaksinasi bagi semua civitas madrasah atau sekolah di semua jenjang. Termasuk di MTsN  2 Loteng,

Iklan

Sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh pihak Puskesmas Ubung, hari ini, Rabu tanggal 16 Juni 2021 merupakan jadwal suntik vaksin ke 2 bagi seluruh karyawan – karyawati MTsN 2 Loteng, Setelah pada tanggal 19 Mei dilakukan suntik tahap pertama. Alhamdulillah, sama seperti tahap pertama, 95 persen  guru dan staf sudah mengikuti suntik vaksin, sisanya karena kondisi kesehatan yang kurang fit, pihak puskesmas menyarankan untuk tidak mengikuti suntik vaksin saat ini,’’ terangnya.

Setelah semua dewan guru dan staf divaksin, tambahnya, kegiatan PTM di MTsN 2 Loteng dapat dilaksanakan pada bulan Juli mendatang. Vaksinasi ini diikuti 72 guru dan staf di lingkup MTsN 2 Loteng. .

Salah seorang petugas vaksin, dr. Rianti menjelaskan, kondisi kesehatan para guru dan staf MTsN 2 Loteng pada umumnya baik. Meski demikian, ada beberapa orang yang harus ditunda untuk dilakukan suntik vaksin, karena kendala kesehatan yang belum fit.

Sementara terkait efek samping dari suntik vaksin, dokter muda ini menjelaskan, setiap orang punya imun atau kekebalan tubuh yang berbeda – beda, tapi pada umumnya karena sebelum dilakukan suntik vaksin, masing–masing orang yang diwawancarai mengaku memiliki masalah riwayat penyakit.

Salah seorang guru yang ikut vaksin, Rahmiati,S.Pd,, M.Pd., mengungkapkan rasa leganya, setelah vaksin tahap satu dan dua sudah diikuti. Guru Pembina Golongan IV A ini merasa lebih percaya diri untuk melakukan aktivitas keseharian yang berhubungan dengan orang banyak, setelah suntik vaksin satu dan tahap dua. (ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional