Jelang Pilkada Dompu, Kapolres Khawatirkan Konflik Berawal dari Medsos

Kapolres Dompu, Syarif Hidayat bersama Dandim 1614/Dompu, Ali Cahyono pada kegiatan silaturahmi dengan wartawan, Jumat, 14 Agustus 2020. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Kapolres Dompu, AKBP Syarif Hidayat, SH, SIK mengungkapkan tensi politik di Kabupaten Dompu pada momentum pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 mulai memanas. Antisipasi aksi saling serang yang dapat berujung konflik fisik, Polres Dompu mengaktifkan Satgas Nusantara untuk memonitor akun medsos di moment Pilkada serentak.

Sebanyak 5 kasus berhasil ditangani jajaran Polres Dompu dari aksi saling serang antar pendukung melalui media sosial (Medsos). “Sudah 5 kali masalah di media sosial yang kita tangani (pada momen Pilkada serentak 2020). Kita panggil (yang diadu) dan mengakui dia memposting. Yang mengadu kita panggil. Akhirnya dia (diadu) minta maaf dan dimaafkan oleh yang mengadu,” kata AKBP Syarif Hidayat.

Iklan

Pihaknya, kata Kapolres, memiliki tim khusus untuk memonitor perkembangan di media sosial. Apalagi menjelang pilkada serentak tahun 2020 ini, suasana politik belakangan semakin hangat dan aksi saling sindir serta menjatuhkan karakter calon tidak terhindarkan.

“Ada beberapa akun medsos milik pendukung pasangan calon yang tetap kita awasi. Karena aksi saling serang di media sosial bisa berujung di dunia nyata. Itu yang kita jaga,” katanya.

Dikatakan Syarif, informasi di media sosial saat ini sulit dibendung dan dikontrol. Informasinya datang dari berbagai sumber dengan berbagai karakter manusia. Karena sering kali informasi diposting tanpa mengecek kebenarannya. Ketika menjadi masalah, baru menyadari. Karenanya, ia berharap kepada media mainstrem dalam menyajikan berita tetap mengedepankan praduga tak bersalah dan melakukan kroscek informasi sebelum diberikan.

“Ketika informasi itu diberikan oleh media massa, publik akan langsung percaya. Apalagi di momen pilkada ini, kita berharap teman – teman (wartawan/media) bisa ikut menjaga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat,” katanya.

Keamanan dan ketertiban juga terus digelorakan jajaran TNI/Polri dengan bersilaturrahmi bakal calon dan partai politik. Jajaran Babinsa dan Babinkamtibmas di Desa juga diingatkan untuk menciptakan kondisi yang kondusif di tengah masyarakat.

Syarif juga menegaskan komitmen pihaknya menjaga netralitas Polri pada Pilkada Dompu tahun 2020. Ketika ada jajaran Polri yang diindikasi tidak netral dan condong ke bakal calon tertentu, ia pun meminta untuk dilaporkan ke Propam Polres Dompu.

“Kami terbuka. Kalau ada anggota yang tidak netral, silahkan dilaporkan ke Propam. Kami pastikan itu akan kami proses. Karena Polri tidak bisa berpolitik praktis dan itu ditandai dengan tidak adanya hak untuk memilih bagi anggota Polri,” katanya.

Dandim 1614/Dompu, Letkol Inf Ali Cahyono, S.Kom pada kesempatan yang sama menegaskan komitmen TNI dalam menjaga netralitas di setiap momen pemilu. Untuk mengetahui batasan, pihaknya pun membagi buku putih bagi setiap anggota agar bisa menjadi pedoman.

“Soal netralitas TNI, kami sudah bagikan buku putih kepada semua anggota untuk menjadi pedoman dan batasannya,” katanya. (ula)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here