Jelang Pemberlakuan Larangan Mudik, Penumpang di Pelabuhan Lembar Naik 200 Persen

Penumpang mudik mulai meningkat signifikan di Pelabuhan Lembar. Warga memilih mudik awal, menyusul kebijakan larangan mudik oleh pemerintah. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan RI telah resmi memberlakukan larangan mudik pada Lebaran tahun ini. Larangan mudik itu sendiri berlaku pada 6 Mei hingga 17 Mei mendatang. Namun, larangan itu tak membuat masyarakat perantau patah arang. Pasalnya, tidak sedikit warga memilih mudik lebih awal, sebelum aturan itu berlaku pada 6 Mei mendatang.

Seperti yang terpantau di Pelabuhan Lembar.  Terjadi peningkatan penumpang yang cukup signifikan di  Pelabuhan Lembar, dalam beberapa hari terakhir. ‘’Peningkatan penumpang hampir 200 persen,’’ sebut Manajer Operasional PT. ASDP Pelabuhan Lembar, Samiun Akbar kepada wartawan Senin, 3 Mei 2021.

Iklan

Dikatakan Samiun, peningkatan jumlah penumpang baik yang datang dan pergi dari Pelabuhan Lembar itu berdasarkan data yang dihimpun jajarannya. ‘’Penumpang yang dulunya boleh dikatakan nol (tak ada penumpang), sekarang sudah ada sekitar 200 orang per harinya atau naik hampir 200 persen,’’ sebutnya.

Mulai terlihatnya arus mudik lebih awal di Pelabuhan Lembar terjadi awal puasa 15 April lalu hingga saat ini. Lonjakan penumpang inipun menjadi perhatian serius pihak ASDP. Di masa pandemi Covid-19 ini, protokol kesehatan bagi para penumpang yang datang dan pergi tetap diberlakukan secara ketat dengan melakukan rapid test antigen. ‘’Prokes tetap, rapid test antigen bagi setiap penumpang wajib diberlakukan di Pelabuhan Lembar,’’ tegasnya.

 Sebagai langkah antisipasi lonjakan penumpang arus mudik jelang 6 Mei, pihak PT. ASDP telah menyiapkan sebanyak 33 armada kapal. ‘’Dari 33 kapal itu, sebanyak 18 kapal yang nanti melayani penumpang yang akan beroperasi sesuai jadwal untuk rute Lembar-Padangbai dan 6 unit armada untuk rute Lembar-Ketapang. Kami perkirakan lonjakan penumpang akan terjadi pada 5 Mei atau sebelum diberlakukannya larangan mudik tersebut,’’ pungkasnya.

Lalu bagaimana dengan angkutan truk logistik baik yang keluar maupun yang masuk di Pelabuhan Lembar ? Samiun mengatakan bahwa untuk angkutan logistik mengalami penurunan sekitar 15 persen. ‘’Itu disebabkan truk yang masuk ke Lombok tidak hanya melalui Pelabuhan Lembar, tetapi juga Pelabuhan Gili Mas,’’ imbuhnya. (her)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional