Jelang Pemberlakuan Larangan Mudik, Naik, Jumlah Penumpang di BIZAM

Penumpang sedang melakukan check in di BIZAM, Rabu, 5 Mei 2021. Jelang pemberlakuan kebijakan larang mudik, jumlah penumpang pesawat di BIZAM mengalami lonjakan hingga 40 persen. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Dalam beberapa hari terakhir jumlah penumpang pesawat di Bandara Interasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM) mengalami kenaikan cukup signifikan. Khususnya menjelang pemberlakuan kebijakan larang mudik dari pemerintah pusat, mulai tanggal 6 sampai 17 Mei mendatang dengan penumpang terbanyak di rute Jakarta-Lombok.

Stakeholder Relationship Manager PT. Angkasa Pura (AP) I Lombok International Airport (LIA), Arif Hariyanto, kepada Suara NTB, Rabu, 5 Mei 2021, mengatakan pada akhir pekan kemarin jumlah penumpang pesawat di BIZAM sekitar 3 ribu orang per hari. Namun pada Selasa, 4 Mei 2021, penumpang pesawat di BIZAM menembus angka 4.500 orang.

Iklan

“Puncaknya diperkirakan hari ini (Rabu kemarin) dengan jumlah penumpang pesawat di atas 5 ribu orang,” sebut Arif.

Jika dibandingkan dengan kondisi normal, jumlah penumpang tersebut memang masih jauh di bawah. Tapi jika bercermin pada kondisi pandemi seperti sekarang ini, di mana jumlah penerbangan terbatas, syarat perjalanan juga diperketat, jumlah penumpang tersebut sudah cukup tinggi.

Terjadinya lonjakan penumpang hingga 40 persen tersebut bisa jadi dikarenakan kebijakan pelarangan mudik oleh pemerintah pusat. Jadi masyarakat memanfaatkan momen untuk pulang kampung, sebelum kebijakan larangan mudik berlaku mulai hari Kamis besok (hari ini).

Disinggung aktivitas penerbangan selama kebijakan larang mudik berlaku, Arif menegaskan tetap ada. BIZAM tetap beroperasi seperti biasa. Walaupun sejauh ini baru satu maskapai yakni Garuda Indonesia yang mengatakan ada jadwal penerbangan selama kebijakan larang mudik berlaku. Tapi itu hanya untuk penerbangan dengan tujuan khusus serta logistik dan kargo saja.

Selebihnya seperti Lion Air maupun Citilink belum ada konfirmasi soal jadwal penerbangan ke BIZAM, baik itu untuk penerbangan dengan tujuan khusus maupun untuk kargo. “Jadi selama kebijakan larangan mudik berlaku, bukan berarti bandara ditutup. Bandara tetap beroperasi, untuk melayani penerbangan dengan tujuan khusus yang memang dibolehkan oleh pemerintah,” imbuhnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional