Jelang Nataru, Pemda KLU Batasi Pelayaran Malam Hari ke Tiga Gili

Tanjung (Suara NTB) – Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan instansi lintas sektor akan menerapkan pengamanan ketat bagi pengunjung yang menuju Gili. Setiap pengunjung diharuskan membawa KTP, sebaliknya bagi pelayanan transportasi laut (public boat dan fast boat) diberlakukan pembatasan pelayaran sampai pukul 19.00 wita.

Kepala Dishubkominfo KLU, Sinar Wugiyarno, SH, Minggu, 18 Desember 2016 mengungkapkan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar koordinasi lintas intansi untuk menyusun strategi pengamanan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Setiap tahunnya, gelaran pergantian tahun selalu ramai di wilayah  Gili, sehingga Pemda akan memastikan kenyamanan, keamanan dan kelancaran transportasi laut bagi pengunjung asing maupun domestik.

Iklan

“Kita baru koordinasi dengan kepolisian saja, dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan semua instansi, Syahbandar, Polairut, TNI Angkatan Laut, termasuk dengan pengusaha. Untuk transportasi saya kira sudah jelas, seperti yang sudah berjalan, dan angkutan malam hari dibatasi sampai jam 7 malam, tidak boleh melebihi batas waktu,” ungkap Sinar.

Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan bersama, Dishub juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan pemeriksaan KTP (kartu tanda penduduk) bagi pengunjung. Wisatawan asing harus memiliki dokumen legal sesuai izin keimigrasian, sementara pengunjung lokal, diwajibkan mengantongi kartu identitas.

Namun demikian, kata Sinar, pemeriksaan identitas ini agar dilakukan dengan satu persepsi yang sama. Di mana, pemeriksaan tidak bertujuan untuk menghambat kelancaran transportasi pengunjung. Oleh karenanya, petugas lapangan harus memiliki bahasa yang sama.

Sementara bagi pengelola public boat wilayah Bangsal – Pemenang, pemeriksaan identitas pengunjung dan pembatasan jam transportasi dinilai baik dalam menunjang keamanan wilayah  Gili. Ketua Koperasi Karya Bahari, Sabarudin, Minggu kemarin  menyebut, hingga saat ini penyeberangan penumpang masih normal. Memasuki 2 pekan sebelum Tahun baru, jumlah pengunjung per hari relatif stagnan dengan jumlah pengunjung rata-rata 1.000 orang per hari. “Kesiapan boat seperti biasa, kita selalu siap. Mengenai batasan layanan penyeberangan kita tetap sampai jam 7 malam,” katanya.

  Gubernur, Kapolda dan Danrem Pantau Malam Pergantian Tahun

Di bawah kendala Koperasi Karya Bahari, jumlah public boat yang melayani penumpang menuju 3 Gili sebanyak 52 unit. Sebarannya meliputi 25 unit melayani rute Bangsal – Gili Air, Bangsal – Gili Meno disiapkan 10 unit, dan Bangsal – Gili Trawangan sebanyak 17 unit. Antar boat dengan yang lain diatur pelayanan transportasinya dengan tertib, di mana antar boatman tidak diperbolehkan mencaplok penumpang boat lain.

Ia memperkirakan angka kunjungan jelang Tahun baru kali ini sedikit kurang ramai dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun lalu, 2 minggu sebelum pergantian tahun tingkat kunjungan sudah mulai ramai. Di samping itu menurut Udin, acara hiburan Pemda yang digelar di Bangsal pada malam tahun baru diperkirakan akan mempengaruhi kunjungan ke  Gili. “Saya rasa hiburan di Bangsal sangat bagus, untuk apa juga masyarakat lokal ke 3 Gili karena hiburan di sana mayoritas party yang didominasi wisatawan asing,” pungkas Udin – panggilan akrabnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here