Jelang Nataru, Harga Daging Sapi Tembus Rp120 Ribu

Ilustrasi Daging Sapi (Pixabay)

Dompu (Suara NTB) – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Dompu, melonjak signifikan. Seperti halnya daging sapi, dari kisaran Rp100 ribu/Kg kini tembus sampai Rp120 ribu/Kg. Tingginya modal pembelian sapi hidup serta banyaknya pengiriman ke luar daerah, diduga pemicu utama.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Disperindag Kabupaten Dompu, Hj. Sri Suzana, M. Si., kepada Suara NTB di kantornya, Senin, 21 Desember 2020 menyampaikan, berdasarkan ketentuan yang ada Harga Eceran Tertinggi atau HET untuk daging sapi ditetapkan Rp105 ribu/Kg. Namun faktanya sekarang, kebutuhan tersebut melonjak sampai Rp120 ribu/Kg. “Saya sudah turun pastikan sendiri. Alasan pedagang, daging tidak ada karena sapi banyak diantar pulaukan,” ungkapnya.

Sebagai salah satu daerah dengan populasi ternak sapi terbesar di NTB, mestinya masyarakat bisa mengkonsumsi daging tersebut dengan harga yang terjangkau, bila perlu jauh dibawah HET Rp105 ribu.

Tetapi karena tingginya modal pembelian sapi hidup serta banyaknya pengiriman keluar daerah, membuat jagal dan pedagang bebas mematok harga sesuai keinginan mereka. “Karena melihat banyak sapi yang dikirim, pedagang kadang menganggap sapi ini langka sehingga bebas mematok harga,” ujarnya.

Tepisah Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Dompu, Ir. Zainal Arifin, M. Si., dikonfirmasi persoalan tersebut membatah jikalau tingginya harga daging akibat banyaknya pengiriman sapi keluar daerah.

Menurut dia, masalah ini murni akibat jagal di daerah kesulitan memperoleh sapi hidup dari peternak dengan harga yang murah. Pun mereka kalah saing dengan pengusaha luar yang berani membelinya dengan harga tinggi. “Pengiriman keluar daerah ndak ada pengaruh sama sekali. Kesulitan mencari sapi saja sekarang ini, mungkin peternak kita lagi sibuk bercocok tanam,” tandasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here