Jelang Nataru, Harga Bahan Pokok Melonjak

Seorang warga memilih tomat yang akan dibeli di salah satu pedagang di Pasar Cemara akhir pekan kemarin. Menjelang Nataru harga kebutuhan pokok mulai melonjak. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) harga kebutuhan bahan pokok melonjak, seiring dengan tingginya permintaan masyarakat. Pengendalian harga dibutuhkan melalui intervensi pemerintah. Namun Dinas Perdagangan justru tidak menggelar operasi pasar sebagai upaya menekan laju harga.

Di Pasar Mandalika harga cabai besar naik dari sebelumnya Rp20.000/kg menjadi Rp34.000 – Rp36.000/kg. Daging sapi lokal naik Rp10.000 dari sebelumnya Rp120.000/kg menjadi Rp130.000/kg. Tomat dari harga Rp6.000/kg menjadi Rp8.000 – Rp9.500/kg. Cabai merah rawit belum mengalami peningkatan.

Iklan

Berbeda halnya di Pasar Cemara terjadi selisih harga Rp500 – Rp1.000 dari harga di Pasar Induk Mandalika. Rohani, salah satu pedagang, Minggu, 13 Desember 2020 menuturkan, kenaikan harga cabai merah besar sudah terjadi sejak dua pekan lalu. Dia tidak mengetahui penyebabnya, tetapi angin kencang disertai hujan deras diprediksi sebagai pemicu. “Kan hujan besar. Cabai petani rusak,” kata dia.

Sedangkan, cabai rawit relatif normal meskipun ada kenaikan Rp1.000/kg. Pedagang daging di Pasar Cemara, Hafsah mengaku, menjual daging lokal kelas super Rp130.000/kg dari sebelumnya Rp120.000. Menurutnya, kenaikan harga biasa terjadi menjelang tahun baru. “Kalau sudah mau akhir tahun harga mulai mahal,” tuturnya.

Seorang pembeli di Pasar Mandalika,Yani merasakan dampak dari kenaikan harga menjelang Nataru. Hal ini selalu berulang setiap tahunnya, sehingga diminta dilakukan intervensi dari pemerintah. “Setiap tahun selalu begini. Uang Rp100 ribu ndak bisa beli apa – apa,” keluhnya.

Pemkot Mataram diharapkan turut andil mengendalikan harga, sehingga masyarakat tidak mengeluhkan kenaikan harga setiap tahunnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, H. Amran M. Amin menyampaikan, operasi pasar atau pasar rakyat menjelang nataru tidak digelar. Pihaknya telah memfokuskan kegiatan pada awal – awal pandemi Covid-19 saat zona merah serta pelaksanaan kegiatan agama. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional