Jelang Natal dan Tahun Baru, Penginapan di Tiga Gili “Full Booking”

Tanjung (Suara NTB) – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2017, booking penginapan di 3 Gili – khususnya Gili Trawangan ludes terjual. Pengusaha penginapan di 3 Gili rata-rata sudah menawarkan kamar kepada para wisatawan jauh sebelum momen tersebut tiba.

HRD Hotel Villa Ombak – Gili Trawangan,  Marwan, Selasa, 13 Desember 2016 mengakui seluruhnya atau 145 unit kamar milik Villa Ombak yang tersedia sudah dipesan wisatawan. Hal ini tidak lepas dari tingginya minat wisatawan untuk menikmati momen libur panjang di 3 Gili – Lombok Utara.

Iklan

“Kondisi sekarang ini, semua kamar sudah di-booking tamu. Kita tidak menerima bookingan kamar lagi karena semua sudah di pesan. Kecuali ada cancel, maka akan kita buka lagi,” papar Marwan kepada wartawan.

Diakuinya, permintaan wisatawan khususnya luar negeri masih saja datang walaupun seluruh kamar sudah terjual. Beberapa di antaranya rela indent apabila sewaktu-waktu terjadi cancel dari tamu lain.

Khusus penginapan di Trawangan dan 3 Gili pada umumnya, order kamar harus dilakukan jauh sebelumnya oleh wisatawan. Jika terlambat, mereka dipastikan tidak akan terakomodir. Kondisi ini tidak hanya terjadi di Villa Ombak, tetapi juga di hotel lain.

Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan (APGT), Acok Zaini Baso, menegaskan, situasi full booking penginapan sudah lumrah terjadi. Untuk saat ini saja, jika dirata-ratakan persediaan seluruh kamar di 3 gili yang tersedia sudah terjual mencapai 75 persen. Beberapa hotel dan penginapan juga sudah tidak memiliki unit kamar yang dapat dijual.

Ia memastikan pula, penginapan yang full booking ini merupakan usaha jasa resmi. Namun jelang Natal dan Tahun Baru, tidak sedikit warga yang menyewakan rumahnya ataupun usaha backpacker yang mendirikan tenda untuk ditempati wisatawan yang tidak kebagian kamar. Mengantisipasi itu pula, APGT dan seluruh masyarakat melarang keberadaan tenda darurat, karena keberadaannya tidak resmi.

  Lewat Program BSPS, Kementerian PUPR Perbaiki 1.169 Rumah Tidak Layak Huni di Lombok Tengah

“Untuk mengoptimalkan pengamanan, semua tamu yang datang akan masuk melalui satu pintu yakni dermaga dan jeti apung yang ada. Semuanya kami akan periksa terkait identitas mereka supaya pas malam tahun baru aman,” pungkasnya.

Terpisah, Kabid Destinasi Wisata – Dispar KLU, Bratayasa, M.Par., mengakui selaku leading sektor pihaknya tetap bekerjasama dengan instansi terkait untuk memaksimalkan pengawasan. Jumlah kunjungan ke 3 Gili akan diatur supaya tidak membeludak, sehingga membuat situasi sulit dikendalikan. “Kita akan antisipasi jangan sampai jumlah pengunjung overload,” tandasnya. (ari)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here