Jelang Musda, Elite “Beringin” Inginkan Suhaili Kembali Pimpin Golkar NTB

M. Suhaili FT (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Menindaklanjuti surat edaran DPP Golkar yang memerintahkan seluruh DPD I Golkar di semua daerah di Indonesia melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) dalam Bulan Maret. DPD I Partai Golkar Provinsi NTB langsung menindaklanjutinya dengan menggelar rapat internal untuk menetapkan jadwal pelaksanaan Musda, Sabtu, 8 Februari 2020.

Alhamdulillah kita sudah rapat kemarin, dan ditetapkan jadwal Musda dilaksanakan tanggal  4 sampai 6 Maret,” ujar Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia Musda kepada Suara NTB, Minggu, 9 Februari 2020.

Iklan

Adapun agenda utama dalam Musda tersebut adalah pemilihan ketua DPD I Partai Golkar NTB untuk masa jabatan lima tahun berikutnya. Saat ini Ketua DPD I Golkar NTB masih dipegang oleh Bupati Kabupaten Lombok Tengah, H. Suhaili FT. Sejumlah kandidat mulai digadang-gadang bakal tampil maju mencalonkan diri sebagai Ketua partai pemenang pemilu di NTB itu.

Isvie salah satu yang disebut-sebut menjadi kandidat kuat yang akan maju mencalonkan diri sebagai Ketua. Isvie dinilai punya kans besar untuk terpilih karena saat ini ia punya posisi yang cukup strategis, yakni selain sebagai sekretaris, juga menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi NTB.

Namun saat dikonfirmasi, Isvie membantah rumor tentang pencalonannya. Ia mengaku tak pernah ada rencana untuk maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Golkar NTB. “Saya pribadi belum memikirkan untuk maju jadi Ketua,” tegasnya.

Isvie justru cenderung mendukung Bupati Lombok Tengah, Suhaili FT untuk kembali memimpin Golkar NTB periode kedua. Menurutnya figur Suhaili masih dibutuhkan oleh Golkar NTB. “Kan masih ada pak Suhaili,” ungkap Isvie.  Nampaknya keinginan kuat untuk mendorong Suhaili kembali memimpin Golkar NTB periode kedua, tidak hanya dikehendaki oleh Isvie. Tapi juga disuarakan oleh sejumlah elite Beringin lainnya. Seperti Wakil Ketua DPD I Golkar NTB, Ma’ud Adam yang juga anggota Fraksi Golkar di DPRD NTB. Menurutnya ia juga lebih cenderung untuk kembali memberikan amanah kepada Suhaili memimpin Golkar NTB.

“Sebenarnya saya juga siap, kenapa tidak siap, asal ada dukungan. Tapi sepertinya kita masih mengharapkan Pak Suhaili lagi. Di Golkar tidak membatasi masa jabatan, tidak ada, tergantung Musda-nya, kalau dia disenangi sama anggota, bisa terpilih kembali,” ujar Ma’ud.

Sinyal dukungan kepada Suhaili juga disampaikan oleh Ketua Harian DPD I Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi. Menurutnya Suhaili masih dinilai layak untuk kembali diberikan kepercayaan memimpin Golkar NTB. Sebab selama kepemimpinannya, ia dianggap berhasil mempertahankan Golkar tetap berkibar sebagai partai terbesar di NTB. Hal itu bisa dilihat dari keberhasilan Golkar yang tetap bisa mempertahankan kemenangannya di sejumlah perhelatan politik, baik Pilkada maupun Pileg.

“Saya rasa kepemimpinan Pak Suhaili cukup bagus, artinya Golkar berhasil mengusung kadernya menjadi kepala daerah di beberapa tempat, seperti Mataram, Lombok Tengah, Lombok Barat, Bima misalnya. Pada Pemilu 2019 kemarin, Golkar juga masih jadi pemenang, jadi tergantung Musda nanti seperti apa, kita lihat perkembangan,” katanya.

Misbach menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju mencalonkan diri sebagai Ketua DPD I Golkar NTB. Dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB dalam musda nanti, berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) partai, ada 14 suara yang memiliki hak suara untuk memilih Ketua DPD I, yakni 10 suara yang berasal 10 DPD II Partai Golkar se NTB, kemudian satu suara dari organisasi sayap partai, satu suara dari organisasi pendiri dan yang didirikan, satu suara dari DPD I Golkar NTB sendiri dan satu suara dari DPP Golkar. (ndi)