Jelang MotoGP Mandalika, Konstruksi Hotel Pullman Segera Dilanjutkan

Ilustrasi pembangunan hotel di NTB. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pengerjaan konstruksi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dipastikan masih mengikuti jadwal. Terutama untuk mengejar target penyelesaian infrastruktur dasar untuk gelaran MotoGP 2021 mendatang.

Direktur Konstruksi dan Operasi PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Ngurah Wirawan, menerangkan salah satu infrastruktur untuk sirkuit, pihaknya juga akan memulai lagi pengerjaan untuk hotel untuk akomodasi penonton.

Iklan

“Pullman Hotel akan mulai dikerjakan Maret (2020) ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 8 Maret 2020.

Diterangkan Wirawan pihaknya sampai saat ini belum menerima informasi lebih lanjut terkait pengerjaan hotel lainnya. Mengingat selain Pullman, di KEK Mandalika juga tengah dibangun beberapa hotel berbintang seperti Club Med, Royal Tulip, X2, dan Paramount.

“Kalau hotel-hotel yang lain itu saya belum dapat laporan,” ujarnya.

Sebagai informasi Pullman merupakan hotel berbintang yang dibangun atas kerja sama ITDC dengan PT. Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung), sebagai anak perusahaan PT. WIKA (Persero). Hotel tersebut terletak di Lot H4 dengan luas mencapai 27.000 m2.

Dalam pengerjaannya, Pullman diproyeksikan memiliki kapasitas sekitar 250 kamar. Termasuk ruang pertemuan berkapasitas 300 orang, villa eksklusif standar bintang 5, dan residence yang direncanakan rampung dibangun pada 2019 lalu.

Di sisi lain, Wirawan menerangkan progres pembangunan sirkuit MotoGP di KEK Mandalika sampai saat ini telah mencapai 40 persen. Sampai saat ini ITDC cukup optimis seluruh target konstruksi di KEK Mandalika dapat terpenuhi sesuai jadwal, terutama untuk infrastruktur kawasan dan sirkuit serta akomodasi penonton.

“Jadwalnya kan Oktober tahun depan. Jadi masih cukup waktu. Masih terkejar,” ujarnya.

Walaupun begitu, pihaknya mengatensi kasus penyebaran virus corona (Covid-19) yang belakangan mempengaruhi jadwal penyelenggaraan MotoGP di dua sirkuit dunia, yaitu sirkuit Losail, Qatar, dan Buriram, Thailand.

“Artinya (untuk MotoGP 2021 di KEK Mandalika) kita belum tahu dari Dorna bagaimana. Ini pengalaman buat kita semua,” ujar Wirawan.

Dengan adanya pemunduran jadwal balap di dua sirkuit tersebut maka persiapan MotoGP 2021 di Indonesia harus maksimal.

“Kita tidak boleh lengah. Kita siapkan semua yang terbaik sehingga (MotoGP 2021) bisa terlaksana,” ujar sambungnya. Diterangkannya sampai saat ini belum ada masalah signifikan yang ditimbulkan Covid-19 terkiat pembangunan di sekitar kawasan.

“Tidak ada masalah, karena pengembangan fisik di sini semua. Kalau ini (Covid-19, Red) pergerakan orang di seluruh dunia, itu yang berpengaruh,” ujarnya.

Terpisah Kepala Divisi Operasional PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), I Made Pari Wijaya, menerangkan pihaknya akan terus mengawasai progres pembangunan di sekitar kawasan. Terlebih memastikan kasus penyebaran virus corona (Covid-19) tidak mempengaruhi jadwal yang telah disusun.

“Kita fokus mempersiapan dan menyelesaikan konstruksi MotoGP. Kalau corona sudah ditangani unsur-unsur terkait, mulai dari Dinas Kesehatan dan instansi terkait,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu, 8 Maret 2020.

Sampai saat ini, pengerjaan konstruksi di KEK Mandalika masih mengikuti jadwal.

Di sisi lain, ITDC masih terus melihat perkembangan lebih lanjut dari penyebaran virus corona. “Kita juga masih tunggu perkembangan lebih lanjutnya. Karena aka nada site visit (kunjungan) dari pihak Dorna dalam waktu dekat ini,” pungkasnya. (bay)