Jelang Maulid, Permintaan Bapok Masih Stabil

H. Fathurrahman (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketersediaan dan harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Maulid Nabi Muhammad SAW disebut masih stabil. Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) NTB, Drs. H. Fathurrahman, MSi., menerangkan berdasarkan pantuan pihaknya di tiga pasar induk sampai saat ini belum ada lonjakan harga yang terjadi.

“Harga masih terkondisi. Persediaan juga tidak terlalu (bermasalah), karena kita masih punya stok yang cukup di setiap komoditi dan kebutuhan pokok, terutama yang sifatnya masih (dibutuhkan) ini. Nanti kita lihat situasi, tapi sampai saat ini tidak ada persoalan,” ujarnya, Minggu, 25 Oktober 2020.

Iklan

Diterangkan, kelangkaan untuk beberapa komoditas yang paling sering dicari saat hari raya juga belum terjadi, seperti telur dan daging ayam serta daging sapi. Untuk itu harga juga diperkirakan tidak mengalami peningkatan maupun penurunan yang signifikan.  “Ayam yang sudah mulai naik (harganya), tapi itu kan situasional. Tidak berlaku seterusnya,” jelasnya.

Menurutnya, harga daging ayam yang sedikit naik beberapa waktu belakangan disebabkan peningkatan jumlah permintaan. “Kita tetap dari pemerintah menjaga supaya kondisi tidak terlalu tinggi peningkatan harganya,” sambungnya.

Di sisi lain, pihaknya meminta agar pedagang di pasar menaikkan harga dengan wajar menjelang hari besar nasional. Termasuk pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, di mana pedagang harus menyesuaikan harga dengan jumlah persediaan dan permintaan.

“Itu kan tidak bisa dia mempernaikan harga dengan caranya sendiri. Tentu dia melihat situasi dan kondisi, dan ada HET (Harga Eceran Tertinggi) juga,” ujar Fathurrahman.

Untuk itu, ujarnya, hal tersebut penting diperhatikan. Mengingat pandemi virus corona (Covid-19) yang masih berlangsung turut memberi dampak ekonomi, terlebih pada penurunan daya beli masyarakat.

“Masyarakat juga hanya melakukan pembelian yang penting bagi dirinya, disesuaikan dengan kebutuhannya. Mengingat situasi ini, itu yang terinformasi di tingkat masyarakat kita berkaitan dengan keadaan perekonomian kita,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Pasar Induk Mandalika, Ismail, menerangkan pandemi Covid-19 turut memberi pengaruh pada penjualan di pasar. Di mana tingkat konsumsi masyarakat cenderung berkurang, sehingga stok barang tetap aman walaupun menjelang hari besar keagamaan. “Harga juga masih tetap sama dengan minggu-minggu kemarin, stabil lah,” ujar Ismail. (bay)