Jelang Maulid, Harga Mulai Naik

Aktivitas di pasar tradisional masih terlihat biasa saja, memasuki musim maulid.(Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Maulid Nabi Besar Muhammad SAW diikuti dengan libur panjang membuat permintaan kebutuhan masyarakat mulai meningkat. Hasil pemantauan harga Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB di empat pasar besar di Kota Mataram, Pasar Mandalika, Pasar Cakranegara, Pasar Pagesangan dan Pasar Kebon Roek, terjadi kenaikan harga untuk komoditas pangan yang umumnya dominan dikonsumsi oleh masyarakat.

Diantaranya, disebutkan Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Provinsi NTB, Saphoan, beras, bumbu-bumbuan, ikan, sayur mayur di dalamnya komoditas hortikultura. Termasuk juga daging sapi, apalagi daging ayam broiler. “Rata-rata naik, namun kenaikannya bervariasi,” katanya kepada Suara NTB, Selasa, 27 Oktober 2020.

Iklan

Shapoan mengatakan, tren kenaikan harga ini dipengaruhi karena kenaikan permintaan. Dikaitkan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Kenaikan seperti ini sifatnya musiman, terjadi karena tradisi masyarakat di bulan maulid. Selama dua bulan terakhir, Provinsi NTB mengalami deflasi. Harga-harga mengalami penurunan. Pada Bulan Agustus dan September 2020. Pada bulan Oktober 2020 ini, kemungkinan akan terjadi inflasi karena kenaikan harga ini.

Karena itu, menurut Shapoan, penting dijaga ketersediaan stok untuk mengantisipasi agar kenaikan harganya tak signifikan. Kenaikannya dikendalikan harus wajar. Apakah kenaikan harga karena permainan spekulan? Kata Shapoan, kecil kemungkinan. Karena produksi dikuasai langsung oleh petani. Artinya, jikapun terjadi kenaikan harga, kemungkinan besar harga tersebut dinikmati langsung oleh para petani.

Untuk kebutuhan strategis seperti beras, tentu Bulog sangat diharapkan untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Terpisah, Ketua Forum Komunikasi Sales dan Marketing (FKSM) Provinsi NTB yang membawahi para distributor, Jefri mengatakan, sampai saat ini belum ada tanda-tanda besar terjadinya lonjakan permintaan dari masyarakat. Meskipun memasuki musim maulid.

“Belum ada tanda-tanda mencolok ini (orang berbelanja),” kata Manajer Niaga Supermarket ini. Untuk pasar modern (ritel), lanjut Jefri, tidak kelihatan kenaikan permintaan saat maulid. “Di pasar tradisional mungkin lebih nampak. Terutama beras, telur, ayam, daging dan lainnya yang berhubungan dengan lauk pauk,” demikian Jefri. (bul)