Jelang Lebaran, Pantau Bapok, Lobar Terjunkan TPID

Wabup Lobar Hj. Sumiatun didampingi beberapa kepala OPD dan Camat Kediri saat turun memantau harus bapok di Pasar Kediri. (Suara NTB/ist)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) menerjunkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk memantau harga bahan pokok (bapok) di sejumlah pasar. langkah ini dilakukan sebagai salah satu upaya mengantisipasi gejolak harga yang kerap kali terjadi pada bulan Ramadhan. Selain itu, untuk menangani gejolak harga ini perlu dilakukan operasi pasar (OP). Sayangnya, Pemda Lobar tak memiliki anggaran untuk OP. Sedangkan gejolak harga bapok diprediksi akan mengalami lonjakan mendekati lebaran.

Dalam memantau harga bapok ini, tim turun ke tiga pasar yakni Pasar Narmada, Pasar Gunungsari, dan Pasar Kediri. Salah satu tim dipimpin Wakil Bupati Hj. Sumiatun, turun memantau ke Pasar Kediri. Di Pasar Kediri ditemukan kenaikan harga daging ayam dan menurunnya harga cabai.

Iklan

“Kita datang ke sini ingin mengetahui bagaimana ketersediaan barang pokok di Pasar Kediri ini,” ujar Wabup Lobar Hj. Sumiatun didampingi Kasat Pol PP Baiq Yeni S. Ekawati, Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Lobar H. Sabidin dan Camat Kediri Hermansyah.

Dari hasil pantauan, harga daging ayam naik dari Rp 35.000 per kilogram menjadi Rp 42.000 dan harga cabai turun dari Rp 120.000 per kilogram menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Menurut Kepala Dinas Perindang Lobar H. Sabidin kenaikan harga disebabkan karena permintaan kebutuhan daging ayam.”wajar saja kalau naik itu memang betul karena bertambahnya permintaan kebutuhan daging ayam,” ujar sabidin. Diakuinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor untuk mengetahui bagaimana pasokannya, apakah stabil atau tidak.

Sejauh ini menurut pemantauan yang dilakukan, harga relatif stabil. Hanya saja yang perlu diantisipasi kenaikan harga di waktu kritis seperti jelang Lebaran, apakah ada rencana OP. Namun, menurut Sabidin tidak ada anggaran untuk kegiatan OP. “Anggaran untuk OP tidak ada,”aku dia.

Tidak adanya dana OP, karena anggarannya tersedot untuk penanganan Covid-19. Namun demikian OP bisa dilakukan ketika camat meminta untuk melakukan OP. ‘’Tinggal bersurat ke distributor untuk lakukan OP,’’ ujarnya, seraya menambahkan, OP sudah dilakukan di dua tempat yakni Gerung dan Batulayar. (her)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional