Jelang Lebaran, Daya Beli Masyarakat Rendah

Wakil Walikota Mataram,TGH.Mujiburrahman berdialog dengan pedagang saat mengecek stok dan harga di Pasar Mandalika,Kamis, 6 Mei 2021. Daya beli masyarakat H-7 lebaran masih rendah. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Walikota Mataram,TGH.Mujiburrahman didampingi tim pengendali inflasi daerah mengecek harga sekaligus ketersedian bahan pokok di Pasar Mandalika,Kamis, 6 Mei 2021. Harga kebutuhan pokok relatif normal. Tetapi daya beli masyarakat relatif rendah jelang lebaran Idul Fitri.

Pantauan Suara NTB, sidak dimulai pukul 11.00 Wita usai rapat koordinasi mengantipasi terjadinya inflasi jelang lebaran di Ruang Kenari Kantor Walikota Mataram. Wawali meninjau lapak daging sapi dan berdialog dengan para pedagang. Kenaikan harga justru terjadi pada daging ayam boiler dari harga Rp 42 ribu menjadi Rp 43 ribu/kg. “Malah ada yang turun yakni cabai rawit Rp 55 ribu/kg,”sebut TGH.Mujib.

Iklan

H-7 menjelang lebaran justru daya beli masyarakat rendah. Artinya, kekhawatiran terhadap laju inflasi yang bersumber dari bahan pokok seperti cabai,daging,telur dan kacang – kacangan tidak terjadi. Dia melihat masyarakat masih wait and see untuk membelanjakan uang mereka. Dan, cendrung memikirkan situasi pandemi Covid-19 belum berakhir. “Animo masyarakat di beberapa tempat ada yang tinggi. Tapi justru daya beli rendah,”ujarnya.

Kenaikan kebutuhan pokok biasa dipengaruhi faktor harga psikologi. Umumnya terjadi pada H-2 lebaran Idul Fitri. Menurut Mujib, hal itu biasa terjadi. Sebagai langkah antisipasi nantinya dikoordinasikan dengan tim pengendali inflasi daerah. Disatu sisi,ia memastikan bahwa stok barang masih aman. “Bulog tadi sudah menjamin stok aman,”ujarnya.

Kepala Pasar Bertais Ismail menuturkan, tidak ada kenaikan harga signifikan pada H-7 lebaran. Kekhawatiran seperti harga daging sapi pada posisi Rp 125/kg. Telur ayam dan kacang-kacangan tidak mengalami lonjakan. Lonjakan harga justru terjadi pada ayam boiler dari Rp 42 ribu/kg menjadi Rp 43 ribu/kg. “Cuman naik Rp 1.000. Karena pedagang ngambil dipengepul Rp 38 ribu/kg,”katanya.

Ismail juga memastikan bahwa stok barang menjelang lebaran aman. Adapun kebijakan pembatasan mobilitas di pelabuhan, ia mengatakan tidak mempengaruhi ketersedian di pasar. Sebab, pengepul sejak jauh hari sebelumnya telah mendatangkan barang guna memenuhi permintaan masyarakat. “Barangnya sudah datang sejak seminggu lalu,”tuturnya. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional