Jelang Idul Adha, Sapi Potong dari Dompu Laris Manis

Zainal Arifin. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Menjelang Idul Adha 1441 H, permintaan sapi potong dari Dompu untuk dikirim ke luar daerah cukup tinggi. Permintaan yang cukup tinggi dari daerah Lombok dalam 3 bulan terakhir mencapai 400an ekor perbulan. Sementara untuk pengiriman ke Jakarta, pengusaha lokal belum memiliki koneksi dan harus bergabung dengan pengusaha di Bima.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu, Ir Zainal Arifin, MSI kepada Suara NTB kemarin mengaku, permintaan sapi qurban dari Dompu cukup tinggi menjelang Idul Adha. Permintaan yang tinggi ini banyak datang dari wilayah Lombok, termasuk daerah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi). Namun untuk wilayah Jabodetabek, pengusaha lokal Dompu belum memiliki mitra yang ada di daerah tujuan, sehingga belum bisa mengirimkan sapi potongnya.

Iklan

“Kalau untuk dibawa ke Jakarta harus ada konesitas dengan pengusaha di sana baru mereka bisa bawa ternaknya. Ndak bisa membawa tenak ke sana tanpa tau pengusaha di sana,” kata Zainal.

Kondisi ini membuat kuota sapi potong untuk dikirim ke Jakarta sebanyak 2 ribu ekor dari Dompu tidak termanfaatkan. Karena Kabupaten Bima juga mengajukan kuota sampai 12 ribu ekor sapi potong ke Jakarta. Sehingga banyak pengusaha lokal Dompu bermitra dengan pengusaha Bima untuk menyuplai sapi yang akan dikirim ke Jakarta.

Pasar sapi potong ke Jakarta banyak dilirik karena harga yang baik. Jika berat hidup sapi di Dompu harganya Rp45 ribu per kg, di Jakarta bisa sampai Rp90 ribu per kg. Sementara sapi yang dibawa pengusaha ke Jakarta rata-rata di atas 300 kg.
Zainal juga mengungkapkan, permintaan yang banyak juga datang dari daerah Lombok. Sejak Mei hingga saat ini, permintaan sapi potong dari Dompu rata-rata di atas 400 ekor per bulan. “Sapi-sapi yang dikirim ke luar daerah dipastikan sehat. Kalau tidak sehat, tidak diijinkan keluar oleh pihak Karantina,” tegas Zainal. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional