Jelang Arus Mudik, Truk Gandeng Dilarang Operasi

Giri Menang (Suara NTB) – Untuk menjamin kelancaran arus transportasi pada saat mudik, pemerintah resmi melarang truk gandeng beroperasi. Menindaklanjuti, pihak ASDP pun mengeluarkan larangan tidak membolehkan truk gandeng lewat jalur utama. SE dar pusat pun telah terima, sehingga truk gandeng dilarang menyeberang melalui Pelabuhan Lembar.

“Sudah ada edaran dari pusat soal pelarangan operasi truk gandeng, jadi ndak boleh nyeberang,” jelas Humas PT ASDP Lembar, Deny N Putra, Rabu, 14 Juni 2017.

Iklan

Menurutnya, truk yang boleh beroperasi dan menyeberang hanya truk biasa. Untuk alternatif bagi truk besar bisa menggunakan jalur Legundy dari Lembar-Jawa. Menurutnya, SE imbauan tersebut mencakup arus transportasi darat.

Terkait kondisi terkini penyeberangan di pelabuhan, menurut Deny sejauh ini belum ada perubahan atau lonjakan yang signifikan. Diakui penumpang masih landai, masih sama seperti sebelumnya. Menghadapi lebaran ini, pihaknya bakal membuat posko pada H-10. Posko ini dibangun bersama aparat dan pihak terkait.

Diakuinya, biasanya lonjakan terjad pada H-7 lebaran. Hanya saja lonjakan signifikan diperkirakan H-3. Puncak mudiknya diperkirakan H-5 hingga H-3. Ia memprediksi lonjakan penumpang tahun ini jika mengacu tahun-tahun sebelumnya mencapai 5-10 persen.

Untuk itu, pihaknya sudah menyiapkan sarana-prasarana untuk mendukung pelayanan ke pemudik. Termasuk sterilisasi pelabuhan sudah dilakukan. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here