Jelang Akhir Tahun, Realisasi Anggaran di KSB di Bawah 60 Persen

Taliwang (Suara NTB) – Realisasi penyerapan anggaran hingga akhir tahun 2017 masih lambat. Bahkan, hasil laporan realisasi keuangan yang ada saat ini masih berada pada angka 57, 59 persen dari target 63,59 persen pada bulan Oktober.

Kondisi serupa terjadi dengan realisasi fisik yang baru berada pada angka 59 persen dari target 87 persen. Sementara total anggaran yang sudah direalisasikan  sekitar Rp 791 miliar dari total jumlah  anggaran sekitar Rp 1,5 triliun.

Iklan

“Kita akui memang proses penyerapan anggaran kita masih melambat dari target yang kita tetapkan. Tetapi kita masih tetap optimis di akhir tahun 2017 angka ini bisa berada di posisi aman yakni sekitar 70-80 persen, karena saat ini progres pelaksanaan program ditingkat dilapangan masih tetap berproses,” ungkap Kabag Administrasi Pembangunan (Adm) dan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LPBJP), Setda KSB, Syahril ST, M. Si, kepada Suara NTB, Selasa, 14 November 2017.

Dikatakannya, faktor pemicu molornya serapan anggaran ini terjadi karena ada beberapa program yang ada di masing -masing SKPD gagal dilaksanakan di tahun 2017. Seperti proses pembuatan beaching dermaga Labulan Lalar yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 12 miliar.

Hal ini terjadi karena Rencana Induk Pelabuhan (RIP) sebagai dasar pengembangan dermaga masih belum rampung. Selain masalah program yang gagal, penghitungan angka realisasi dengan menggabungkan dua mata anggaran yakni APBD murni dan APBD-P tahun 2017 sekitar Rp 1,6 triliun juga bisa menjadi faktor lain melambatnya penyerapan anggaran ini.

“Ada banyak faktor sehingga angka serapan yang ada saat ini melambat, tetapi kita tetap optimis angka ini kembali naik di akhir tahun 2017 nanti,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk paket lelang program yang ada saat ini sudah ditutup. Bahkan dari 191 paket program sudah selesai dilakukan tinggal menunggu proses pencairan dan pelaksanaan program yang ada di lapangan.

Dari total pagu yang sudah di lelang sekitar Rp 382, 848, 195, 500, hasil penawaran saat ini sudah berada pada angka Rp 350, 054,114,674. Melihat angka tersebut telah terjadi efisiensi anggaran sekitar Rp 19, 974, 080, 826 atau 5,19 persen. Meskipun demikian, (dilakukan efisiensi) pihaknya yakin pelaksanaan dilapangan tidak akan terganggu dan tetap berjalan dengan baik dilapangan.

“Meskipun kita lakukan efisiensi tetapi kita tetap yakin pelaksanakaan program dilapangan tidak terganggu. Sehingga diakhir tahun program yang ada dilapangan merupakan hasil yang terbaik,” tukasnya. (ils)