Jelang Akhir Tahun, Proyek Percepatan Jalan Rp750 Miliar Belum Tuntas Lelang

Sadimin (Suara NTB/dok)

Hingga menjelang akhir tahun, proyek percepatan jalan tahun jamak 2020 – 2022 belum tuntas pelaksanaan lelang atau tendernya. Ditargetkan, proyek senilai Rp750 miliar yang terdiri dari 16 paket tersebut akan tuntas lelang pada pertengahan Desember mendatang.

Kepala Biro Bina Administrasi Pengendalian Pembangunan dan Layanan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (BAPP dan LPBJP) Setda NTB, Sadimin, S.T., M.T., menjelaskan saat ini 16 paket proyek percepatan jalan tahun jamak tersebut masih dalam tahap evaluasi atau sedang lelang. Ia mengatakan, proses lelang akan tuntas pertengahan Desember mendatang.

“Pertengahan Desember selesai semua (teken kontrak). Pagunya Rp750 miliar, sebanyak 16 paket,” kata Sadimin dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 25 November 2020.

Ia menjelaskan begitu teken kontrak, maka kontraktor akan langsung melakukan konstruksi di lapangan. Pada 2020, kontraktor akan diberikan uang muka sebesar 10 persen.

“Begitu kontrak, langsung dilaksanakan. Cuma batas waktunya pengerjaannya sampai 2022. Sekarang sedang lelang semua paketnya,” ucanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR NTB, H. Sahdan, S.T., M.T., mengatakan perbaikan jalan dan jembatan yang rusak di Pulau Sumbawa segera diperbaiki. Ditargetkan, sebanyak 16 paket proyek percepatan jalan tahun jamak dengan alokasi anggaran Rp750 miliar akan dilakukan penandatangan kontrak, Oktober lalu.

Sebagaimana diketahui, dengan luas wilayah 20.153,15 km2, NTB memiliki jalan provinsi sepanjang 1.484,43 km. Terdiri atas jalan provinsi di Pulau Lombok sepanjang 528,26 km dan di Pulau Sumbawa sepanjang 956,27 km. Tingkat kemantapan jalan provinsi pada akhir tahun 2018 sebesar 83,65 persen.

Masih terdapat 242,71 km jalan provinsi yang berada dalam kondisi tidak mantap. Terdiri atas jalan aspal rusak berat sepanjang 53 km, jalan kerikil sepanjang 28,76 km, jalan tanah sepanjang 35,92 km serta jalan yang belum bisa dilalui atau belum terhubung sepanjang 125,03 km. Selain itu, masih terdapat 138 unit jembatan dengan total panjang 4.371 meter  yang berada dalam kondisi kritis dan belum terbangun.

Dengan anggaran sebesar Rp750 miliar, sebanyak 16 paket proyek percepatan jalan tahun jamak yang akan ditangani hingga 2022 mendatang. Sebagian besar di Pulau Sumbawa dan ada beberapa paket di Pulau Lombok. Di Pulau Sumbawa ada beberapa jembatan putus yang akan diperbaiki, termasuk perbaikan jalannya menjadi satu paket.

Sedangkan di Pulau Lombok, ada tiga jembatan yang akan diperbaiki. Yaitu, jembatan Karang Sukun dekat Rumah Sakit Islam Siti Hajar Mataram, jembatan Songak dan jembatan Korleko Lombok Timur. Tiga paket jembatan yang ditangani di Pulau Lombok ini akan dilakukan pelebaran. Seperti jembatan yang berada di Korleko, posisinya terlalu rendah. Sehingga akan dibangun lebih tinggi, supaya orang aman melewati jembatan provinsi tersebut.

Anggaran proyek percepatan jalan tahun jamak ini tetap Rp750 miliar. Sesuai perencanaan yang dilakukan, tahun 2020, progresnya sudah 33,3 persen, 2021 sebesar 33,3 persen dan tahun 2022 sebesar 33,3 persen. (nas)