Jelang Akhir 2020, Jumlah Warga Miskin di Lotim Tercatat 170.000 Jiwa

H. Ahmat. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lotim melalui Dinas Sosial (Disos) terus berupaya memaksimalkan beragam program dalam penanggulangan kemiskinan di daerah ini. Baik itu program dari pemerintah pusat, provinsi maupun Pemda setempat. Dari implementasi penanganan kemiskinan itu, sampai saat ini tercatat 17.000 jiwa lebih warga miskin di Kabupaten Lotim.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Sosial (Disos) Lotim, H. Ahmat, Kamis, 21 Oktober 2020. Dikatakannya, untuk data kemiskinan ini terus terjadi perubahan. Saat ini jumlah data kemiskinan Lotim pada angka, 170.000 lebih karena ada tambahan 17 ribu dari 159.000 yang aktif menerima bantuan.

Iklan

Terdapat 14 indikator penetapan kemiskinan dari tiga jenis yaitu miskin, hampir, sangat miskin dengan salah satu kondisi masyarakat di lapangan berupa rumah masih bertempat tinggal di lantai tanah. “Pembaruan data terus kita lakukan,” terangnya.

Untuk pembaruan data ini dilakukan oleh operator desa yang pembiayaannya dilakukan oleh Dinas Sosial. Maka dari itu, operator desa diminta supaya bekerja secara independen, bukan berdasarkan suka dan tidak suka.

“Kumpulkan semua operator desa. Sehingga pembaruan tiap bulan dan tiap tahun terkait data kemiskinan ini terus kita lakukan. Begitupun untuk tindakannya,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan data tahun 2018, untuk persentase jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lotim sebesar 16,55 persen atau 196.870 jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Artinya, Kabupaten Lotim berada pada posisi ke-9 dari 10 kabupaten/kota di NTB atau selisih 0,12 persen dengan provinsi dan selisih 6,80 persen nasional yaitu 9,66 persen.

Dalam upaya penanggulangan kemiskinan ini, beberapa prinsip kebijakan diterapkan pemerintah. Misalnya menurunkan beban pengeluaran keluarga miskin melalui Program Keluarga Harapan (PKH), akses pangan (BPNT),Kartu Indonesia Pintar (KIP), pembiayaan KUBe, dan pengembangan ekonomi lokal melalui dana desa.

Adapun Kabupaten Lotim sendiri menargetkan penurunan angkan kemiskinan hingga 14,05 persen di tahun 2023 mendatang. Maka dari itu, berbagai upaya terus dilakukan agar program-program penanganan kemiskinan dapat berjalan dengan baik dapat kemkinan di Lotim terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. (yon)