Jawaban Rohmi Soal Pencalonan di Golkar

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah enggan menanggapi isu yang berkembang bahwa dirinya akan maju menjadi bakal calon Ketua DPD I Golkar NTB, Maret mendatang. Kakak kandung mantan Gubernur NTB yang juga Politisi Partai Golkar, Dr. TGH. Zainul Majdi ini menganggap isu soal dirinya akan maju memperebutkan kursi Ketua DPD I Golkar NTB hanyalah gosip semata.

‘’Kalian senang banget bikin gosip,’’ kata Rohmi dikonfirmasi Suara NTB usai menghadiri acara Workshop  Gerakan Zero Waste yang diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni SMPN 2 Mataram di Pendopo Walikota Mataram, Sabtu, 15 Februari 2020.

Iklan

Ketika ditanya lebih jauh soal namanya yang muncul sebagai salah satu kandidat Ketua DPD Golkar NTB, Wagub tak bersedia menjawab. Termasuk ketika ditanya apakah akan maju sebagai calon Ketua DPD Golkar NTB, ia tak menjawab ia atau tidak.

‘’Saya no coment, no comment,’’ ujar mantan Politisi Partai Demokrat ini  sambil masuk ke dalam mobil dinasnya.

Sebagaimana diketahui, eskalasi politik jelang Musda DPD I Partai Golkar NTB mulai menghangat, terutama terkait dengan figur-figur yang bakal maju sebagai kandidat bakal calon Ketua DPD I Golkar NTB dalam Musda yang akan digelar pada awal bulan Maret mendatang. Sejumlah figur bakal calon Ketua DPD I Golkar NTB yang  akan maju mulai bermunculan ke permukaan.

Ada tiga nama yang sudah santer terdengar, yakni Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, Wakil Gubernur NTB, Dr.Hj. Sitti Rohmi Djalilah dan Bupati Lombok Tengah, H.M.Suhaili FT.  Ketua Panitia Musda Golkar, Hj. Baiq Isvie Rupaeda mengakui pihaknya mendengar tiga nama itu yang bakal maju dalam Musda Golkar NTB sebagai bakal calon Ketua.

Meskipun bukan kader Golkar, Rohmi dapat ikut memperebutkan kursi Ketua DPD I Golkar NTB asalkan mengantongi diskresi dari DPP Golkar. Sebab di dalam AD/ART Partai Golkar diatur bagi orang yang bukan kader, harus mendapat diskresi dari DPP Golkar untuk bisa ikut mencalonkan diri sebagai Ketua DPD Golkar. Sedangkan untuk kader, harus tercatat pernah menjabat jadi pengurus partai selama satu periode kepengurusan.

Berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) partai, ada 14 suara yang memiliki hak suara untuk memilih Ketua DPD I. Yakni 10 suara yang berasal 10 DPD II Partai Golkar se-NTB. Kemudian satu suara dari organisasi sayap partai, satu suara dari organisasi pendiri dan yang didirikan, satu suara dari DPD I Golkar NTB sendiri dan satu suara dari DPP Golkar. (nas/ndi)