Jatuh Tempo, Utang Lotim Tembus Rp 72 Miliar

Selong (Suara NTB) – Akibat problem keuangan yang melanda pemerintah pusat berimbas besar di daerah. Tidak terkecuali bagi Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Setelah dikalkulasi, nilai utang jatuh tempo yang menjadi beban tahun 2017 ini akibat pengurangan anggaran 2016 lalu tembus Rp 72 miliar.

Utang atas pihak ketiga itu menjadi tanggungan Pemkab Lotim dan secara bertahap mulai dibayar.

Iklan

“Karena proyeknya sudah selesai sehingga ini menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk membayarnya,” ungkap Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Purnomo saat digedung DPRD Lotim, Selasa, 30 Mei 2017.

Pemangkasan anggaran oleh pusat itu jelas menjadikan proses pembayaran di Lotim menjadi terhambat. Utamanya kasus pemotongan terhadap Dana Aloksi Khusus (DAK) sebesar 10 persen.

Kondisi pemangkasan ini diketahui sudah dijelaskan oleh Menteri Keuangan (Menkeu), karena mengingat kondisi keuangan negara yang kurang baik.

Menurutnya, utang yang belum dibayar adalah proyek jalan di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lotim senilai Rp 40,2 miliar lebih. Di mana, yang terbesar pada proyek pembangunan ruas jalan Lenek-Korleko yang besaran tunggakannya menembus Rp 23 miliar.

Lainnya, proyek pembangunan ruang operasi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soedjono Selong senilai Rp 5,7 miliar lebih dan lingkup SKPD lain dengan nilai yang beragam.

Dikarenakan sudah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, secara bertahap utang jatuh tempo itu pun mulai dibayar oleh pemerintah daerah. Adanya sejumlah perubahan penganggaran pada tahun anggaran sebelumnya tidak dinafikan menimbulkan efek besar pada penganggaran tahun selanjutnya. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here