Jatuh di Sumur Sekolah, Siswa PAUD Tewas

Dompu (Suara NTB) – Nasib naas menimpa Rizki, murid PAUD Sinar Sari Dusun Kresnasari Desa Tolokalo Kecamatan Kempo. Ketika bermain di PAUD tempatnya belajar, ia terjatuh ke dalam lubang bekas sumur bor dalam sehingga nyawanya tidak bisa diselamatkan.

Kasus kematian Rizki, Rabu, 5 Oktober 2016 sekitar pukul 10.00 Wita cukup mengejutkan. Apalagi kondisi bangunan PAUD yang memprihatinkan dan lubang bekas sumur bor dalam yang dipasangi pipa paralon berdiameter 30 cm dengan kedalaman 15 meter ini berada di depan gedung tempat siswa bermain. Lubang ini hanya ditutupi seadanya.

Iklan

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, H. Ichtiar, SH kepada Suara NTB di ruang kerjanya, Kamis 6 Oktober 2016, mengungkapkan, rasa dukanya atas kasus ini. Dia mengetahui insiden tersebut saat dikonfirmasi wartawan dan belum mendapat laporan resmi dari jajarannya.

Dia menyayangkan kasus ini terjadi. Pihak pengelola PAUD kurang memperhatikan faktor keamanan dan pengawasan bagi anak – anak. Apalagi anak usai PAUD ini masih relatif kecil dan sedang hobi – hobinya main. “Kasus ini jangan sampai terulang lagi. Ibu guru dan pengelola agar memperhatikan faktor keselamatan anak – anak didiknya. Jangan ngerumpi, apalagi ketika masih ada anak – anak, sehingga perhatian pada anak – anak menjadi kurang,” harapnya.

PAUD hanya mengandalkan anggaran BOP dari pemerintah pusat dengan petunjuk penggunaan yang tidak bisa berubah. Kepala Bidang Dikluspora Dinas Dikpora Dompu, Drs. H. M. Rifai, MPd yang dihubungi terpisah, mengaku sudah mendapat laporan dari pengelola soal insiden jatuhnya Rizki siswa PAUD di Desa Telokalo, Rabu pagi. Menurut pengelola, lubang bekas sumur bor dalam tersebut sudah ditutup. “Kemungkinan penutupnya itu dibuka dan anaknya terjatuh hingga meninggal,” jelasnya.

Namun pihak pengelola sudah dipanggil dan diklarifikasi oleh aparat Kepolisian setempat. (ula)