Jatim Adakan Misi Dagang, Pengusaha Komoditas dari NTB Diharapkan Ambil Bagian

Bing Gianto. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan misi dagang untuk mendorong kinerja perdagangan dalam negeri. Momentum ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha komoditas di NTB. Misi dagang ini dijadwalkan pada Selasa 2 Juni 2020 dengan telekonferensi via zoom meeting. Dari NTB, Jawa Timur mengundang tiga pengusaha komoditas ikut berpartisipasi.

Jawa Timur minta tiga pengusaha dari NTB, tapi saya mintanya enam. Sudah ada 4 pengusaha yang mengkonfirmasi dan berpeluang besar ikut kegiatan misi dagang ini, kata Ir. Bing Gianto, Manajer Pengelola Kantor Perwakilan Dagang (KPD) Jawa Timur di NTB. Misi dagang ini mempertemukan antar pengusaha untuk melakukan tawar menawar komoditas, dan bertransaksi. Biasanya, yang dipertemukan adalah pengusahanya langsung. Bukan pengusaha calo. Misi dagang ini memperpendek mata rantai bisnis sehingga harga yang ditawarkan berdasarkan harga produsen.

Iklan

KPD Jawa Timur di Mataram, NTB juga tengah mencari pengusaha-pengusaha di NTB yang berminat mengikuti kegiatan misi dagang ini. Pengusaha komoditas apapun, terbuka peluang. Tidak khusus pada komoditas tertentu saja. Pengusaha yang siap ikut serta diantaranya, pengusaha NTB yang membutuhkan daging beku. Ada juga pengusaha tambak udang yang tertarik ikut.

Demikian juga pengusaha hasil bumi, ada 200 ton jagung yang akan ditawarkan oleh salah satu pengusaha NTB pada kegiatan misi dagang nanti. Yang paling diharapkan dari NTB ikut berperan serta adalah PT. Gerbang NTB Emas (GNE). GNE kan butuh link bisnis juga. Ini ada lima provinsi yang diundang. Termasuk NTB. Dan ini peluang bagus. Surabaya seluruh pengusahanya sudah siap, katanya.

Target kegiatan misi dagang ini, tambah Bing Gianto, minimal ada perjanjian kerjasama atau ada kesepakatan bisnis antara pengusaha. Kegiatan misi dagang ini sangat sering dilakukan oleh Jawa Timur. Nilai transaksinya setiap kali kegiatan mencapai ratusan miliar.

Kami hanya memfasilitasi, kami tidak mematok fee berapa persen, apalagi meminta. Kami murni memfasilitasi pengusaha bertemu dan bertransaksi. Tugas dan tanggung jawab kita hanya sebagai penghubung, kata Bing Gianto. Misi dagang ini menjadi peluang bagus di masa pandemi Covid-19 ini. Harapannya, jika terjadi transaksi, akan menghidupkan kembali gerak ekonomi di dalam negeri. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional