Jarot Siap Terima Apapun Keputusan Bawaslu NTB

Syarafuddin Jarot (Suara NTB/ndi). 

Mataram (Suara NTB) – Proses persidangan dugaan kasus pelanggaran administrasi pemilu secara Terstruktur, Sistematis dan Masif (TSM) di Pilkada Sumbawa masih bergulir di Bawaslu Provinsi NTB. Keputusan akhir akan dibacakan pada tanggal 11 Januari mendatang.

Calon Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot selaku pihak penggugat menegaskan bahwa pihaknya siap menerima apapun yang akan menjadi keputusan Bawaslu atas laporannya. Apakah akan dikabulkan atau ditolak. Baginya yang paling terpenting ada prosesnya yang sudah dia laksanakan.

Iklan

“Apapun hasilnya kami terima, yang terpenting kita sudah berjuang dengan maksimal. Soal siapa yang jadi itu sudah ada takdirnya,” tegas Jarot saat dikonfirmasi di Mataram.

Bagi Jarot meskipun dia memiliki harapan besar, akan tetapi soal hasil dia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang punya wewenang untuk memutuskan. Hal yang tak kalah penting bagi Jarot ada dia sudah menjalani proses Pilkada dengan maksimal.

“Bagi kami saya bisa sampai disini saja sudah luar bisa. Saya sebagai pendatang baru, tapi alhamdulillah bisa bersaing, hasilnya bisa menjadi nominasi meskipun ada perbedaan selisih suara tipis, bagi saya itu merupakan perjuangan yang sudah semaksimal,” katanya.

Ia menekankan, upayanya untuk menggugat ke Bawaslu dan juga MK bukan semata-mata untuk meriah kemenangan sebagai calon Bupati Sumbawa. Sebab prinsipnya dia siapapun yang terpilih jadi Bupati, itu merupakan takdir yang sudah ditentukan dan tak bisa dilawan.

Gugatan yang dia layangkan lebih pada upaya untuk meluruskan proses demokrasi yang diciderai dengan cara-cara curang. “Kami sudah memberikan sesuatu yang terbaik, gugatan ini kami tujukan untuk menjadi pelajaran bukan hanya untuk Jarot-Mokhlis, tetapi untuk semua pihak bagaimana demokrasi itu seharusnya dijalankan,” pungkasnya. (ndi) 

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional