Jarot-Mokhlis Siap Hadapi Sengketa, Mo-Novi akan Adu Data

Sembirang Ahmadi, Ali Utsman Ahim. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tensi pilitik pasca pemungutan dan penghitungan perolehan suara Pilkada Kabupaten Sumbawa 2020 cukup menegangkan. Situasi itu lantaran terjadinya persaingan yang sengit perolehan suara antar dua pasangan calon yakni pasangan Mahmud Abdullah-Dewi Noviany (Mo-Novi) Syarafuddin Jarot-Mokhlis (Jarot-Mokhlis).

Persaingan perolehan kedua paslon tersebut bersaing dengan sangat ketat. Perolehan suara keduanya memiliki selisih yang sangat tipis sekali. Berdasarkan hasil rekapitulasi perolehan suara internalnya, kedua paslon sama-sama menyebutkan memiliki perbedaan atau selisih 0,4 persen.

Iklan

Ketua Desk Pilkada DPD Partai Gerindra NTB, Ali Utsman Ahim menegaskan bahwa pihaknya pasang badan untuk mengamankan proses rekapitulasi perolehan suara Pilkada Sumbawa. Gerindra telah menginstruksikan kepada kadernya dan paslon untuk mengawal dengan ketat rekapitulasi KPU.

“Kita sudah minta untuk dijaga dengan ketat, jangan sampai kecolongan, karena ini selisihnya sangat tipis, Jarot-Mokhlis menang 0,4 persen,” ucap Ali kepada Suara NTB. Ali juga menyadari bahwa Pilkada Sumbawa berpotensi akan terjadi sangketa Perselisihan Hasil Pemilu (PHP) di Mahkamah Konsitusi (MK). Sebab disatu sisi Paslon Mo-Novi juga mengklaim dirinya menang tipis dari Jarot-Mokhlis. Oleh sebab itu, Ali sendiri sudah menyiapkan tim hukum untuk menghadapi hal tersebut jika terjadi.

“Kita sudah siapkan tim hukum untuk mengawal dan menghadapi potensi-potensi tersebut. Karena memang selisihnya ini tipis,” katanya. Selain itu Ali juga menyampaikan bahwa pihaknya memegang sejumlah bukti pelanggaran Pilkada yang akan dilaporkan untuk memperkuat kemenangan Jarot-Mokhlis.

Ditempat terpisah, Ketua koalisi pemenang pasangan Mo-Novi, Sembirang Ahmadi pada Kamis, 10 Desember 2020 memberikan pernyataan pers terkait dengan kemenangan Mo-Novi di Pilkada Sumbawa.

“Dari hasil rekapitulasi data C-1 dari 1010 TPS, kita unggul 853 suara, itu sama dengan 0,4 persen. Jadi hasil quick count yang dilakukan oleh OM dan MY Institut, tidak berbeda jauh dari hasil real count yang sudah kami verifikasi,” ucap Sembirang.

Lebih lanjut disampaikan Sembirang, bahwa apa yang dia sampaikan tersebut terkait perolehan suara Mo-Novi bukan hal yang final, karena sesuatu yang final itu berada di KPU. Namun ia menyampaikan hal tersebut hanya sebagai bahan perbandingan karena banyaknya bertebaran di medsos klaim-klaim kemenangan.

“Kami tidak mau klaim kemenangan, tapi kami ingin sampaikan inilah data real count yang telah kami verifikasi di 1010 TPS. Kami tidak ingin mendahului hasil resmi KPU, karena proses rekapitulasi di kecamatan baru mulai besok. Kami instruksi kepada para tim saksi di kecamatan untuk mengawal proses rekapitulasi dengan baik. Kami sudah pegang data seluruh C-1, kita siap adu data di rekapitulasi tingkat kecamatan dan Kabupaten,” tegasnya. (ndi) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional