Jaringan Sumatera Suplai Pengedar Narkoba di Mataram

Suasana penangkapan MA alias HJ warga Pagutan, Mataram diduga pemesan sabu ke jaringan Riau melalui perantara kurir yang menyelundupkan sabu via dubur.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Jaringan narkoba Dasan Agung, Selaparang, Mataram terbongkar aksinya. Mereka terhubung dengan jaringan penyelundupan di Batam, Kepulauan Riau. Antarjaringan ini bertindak sebagai pemesan dan penyuplai. Dalam penggerebekan Minggu, 2 Mei 2021, empat orang diamankan. Antara lain AY alias GN (42); HN alias ER (30); MM alias AD (30); dan SM alias UJ (30). “Mereka ini sudah tiga menerima barang dari Batam,” kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Made Yogi Purusa Utama, Senin, 3 Mei 2021.

Saat digerebek, AY sedang bersama ER di dalam rumah. Keduanya diamankan dengan barang bukti 2 gram sabu yang disimpan di kamar ER. Kemudian di celana ER ada 2 gram. Serta sabu yang masih di dalam pipet kaca alat hisap 1 gram. Sehingga total beratnya sampai 5 gram. Sementara MM dan SM ditangkap belakangan. Mereka rencananya hendak transaksi membeli sabu. Tapi tidak mengetahui bahwa saat itu, AY dan ER sedang digerebek. Akhirnya, MM dan SM pun turut diamankan.

Iklan

Kamar AY pun digeledah. Hasilnya, sabu didapat dari dalam bungkus rokok yang disembunyikan dalam tumpukan baju. Beratnya 10 gram. Dari atas rak komestik didapt 10 gram sabu. Kemudian uang tunai Rp550 ribu, dan Rp1,9 juta. Yogi mengatakan, AY dan ER merupakan satu jaringan. Mereka kerap menyelundupkan sabu dari Batam menuju ke Lombok. ”Mereka ini jaringan antarprovinsi. Sebelumnya mereka pernah kerja di sana sehingga punya kenalan di sana,” ungkapnya.

Selain di Mataram, duo pengedar ini juga melebarkan sayap dengan membuka pasar peredaran ke Sumbawa dan Lombok Timur. Untuk memudahkan aksinya, mereka memiliki tempat khusus di Sakra, Lombok Timur sebagai tempat transit. Jaringan pengedar narkoba antarprovinsi ini juga diungkap Ditresnarkoba Polda NTB Minggu, 2 Mei 2021. Yang ini merupakan jaringan Riau. Delapan orang diamankan mulai dari kurir sampai bandarnya. Sabunya diselundupkan melalui dubur. Kurir bergerak lewat jalur udara.

Delapan orang ini antara lain pemesan barang MA alias HJ; kurir berinisial BR alias DD dan teman wanitanya DA dan AD yang dipandu I; perantara pemesan AWM alias AG dan istrinya JA. Danyon A Brimob Polda NTB AKBP Denny W Tompunuh mengatakan, penangkapan ini bermula dari informasi adanya barang alias sabu datang melalui bandara Sabtu, 1 Mei 2021. Ternyata kurir sabu sudah sampai Mataram. “Dia lalu pergi ke Lombok Timur,” ujarnya.

Perjalanannya ke Mataram hanya untuk mengantarkan sabu seberat 1,2 ons kepada pemesan, MA alias HJ. Sabu ini kemudian dipecah lagi menjadi pecahan lebih kecil. Sisanya ini yang dibawa DD ke Lombok Timur. “Sudah ada langganannya di sana,” kata Denny. DD kemudian ditangkap di Lenek, Lombok Timur. Bersama AG, DA, AD, dan I. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti sabu seberat 8,52 gram. Itu hanya sisa dari yang sebelumnya sudah dipecah di rumah MA alias HJ di Pagutan, Mataram.

HJ pun digerebek di rumahnya. Ditemukan satu poket ganja. Dari interogasi, HJ tidak banyak mengelak. HJ mengaku memberi uang kepada AG sebesar Rp17 juta.

Denny mengatakan, mereka ini merupakan jaringan nasional. Anggi itu pernah lima kali memesan barang dalam jumlah besar dari Riau. ”Modusnya selalu menggunakan penyelundupan melalui dubur,” tandasnya. (why)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional