Jaringan Sabu Aceh-Lombok Dituntut Penjara Seumur Hidup

Satu plastik dari enam barang bukti sabu yang disita dari jaringan narkoba Aceh-Lombok diuji kandungannya saat disita BNNP NTB Februari lalu.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Terdakwa jaringan peredaran sabu Fery Firmansyah alias Firman dituntut penjara seumur hidup. Pria asal Alas, Sumbawa ini dituntut karena terbukti terlibat peredaran 1,977 kg sabu dari kurir, Ricco Setiawan. Tapi, terdakwa ini berkilah dalam nota pembelaannya.

 

Iklan

Jaksa penuntut umum Adi Helmi menyatakan, para terdakwa itu menurutnya terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat 2 UU RI No35/2009 tentan narkotika, berdasarkan fakta persidangan.

 

“Untuk kita ajukan tuntutan penjara seumur hidup,” ucapnya dikonfirmasi Kamis, 3 September2020 kemarin. Pertimbangan lainnya adalah jumlah barang bukti sabu yang mencapai 1,977 kg.

 

Demikian juga terhadap terdakwa Ricco yang diajukan tuntutan yang sama. Ricco perannya membawa sabu dari Aceh melalui jalur udara. Terpisah, penasihat hukum terdakwa Fery, Dr Umaiyah menyatakan tidak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum tersebut.

 

“Dia kan baru menerima. Belum mengedarkan, belum menjual,” ujarnya.

 

Hal itu dia sampaikan dalam pledoi yang dibacakan dalam sidang daring di Pengadilan Negeri Mataram Rabu lalu. “Kita fokus pada proses penangkapannya,” imbuhnya. Berdasarkan hal itu, Umaiyah meminta keringanan hukum kepada majelis hakim. Fery didakwa ikut mengedarkan sabu seberat 1,977 kg.

 

Sabu asal Malaysia itu dibawa Riko dari Aceh pada Sabtu 4 Januari lalu. Riko tiba di Lombok melalui Lombok International Airport. Riko membawa koper warna hijau. Isinya enam bungkus sabu.

 

Riko pun terdeteksi BNN Provinsi NTB. Yang selanjutnya dibuntuti sampai ke Senggigi, Batulayar, Lombok Barat. Di tepi jalan raya, Riko menyerahkan koper yang dibawanya kepada Fery. Fery saat masih berstatus napi narkoba bebas bersyarat. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional