Jarak Bima-Dompu Bisa Diefisiensi dengan Mewujudkan Jembatan Lewamori

H. Rudi Razak. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Pengamat transportasi dari perspektif infrastruktur, Ir. H. Rudi Razak, CS mendorong pemerintah daerah utnuk mewujudkan efisiensi jarak di wilayah timur NTB, Bima-Dompu dengan jembatan Lewamori. Jembatan yang sejak dulunya dirancang untuk mendekatkan jarak dua kabupaten melalui teluk. Jembatan Lewamori bisa menghubungkan ruas jalan nasional Bima-Dompu dengan jarak tempuh yang pendek.

Menyusuri jalan penghubung Bima-Dompu sepanjang 66 Km, menurut Dosen Luar Biasa Fakultas Teknis Universitas Muhammadiyah ini, dapat diperpendek menjadi 36 Km. Jembatan Lewamori dirancang sejak tahun 1974 lalu, semasih aktif di Dinas PU Provinsi NTB. Sekembalinya dari Prancis. Infrastruktur jalan di beberapa negara Eropa diamati tak mengenal sekat. Laut, maupun gunung. Akses jalan-jalan dibuat dengan jembatan maupun trowongan.

Iklan

“Cara negara – negara Eropa bisa diadopsi dan diterapkan di NTB untuk percepatan akses ekonomi dan pariwisata. salah satunya dengan jembatan Lewamori,” ujarnya. Jembatan ini dulu dirancang dengan panjang 355 meter. Oleh Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, jembatan ini di redesain menjadi 600 meter. Seluruh syarat untuk pembangunan jembatan ini, kata Pembina Perkumpulan Profesi Tenaga Teknik Indonesia (Pertatindo) NTB ini sudah lengkap. Dari pembebasan lahan, feasibility study (FS), dan Amdal.

“Sampai saat ini masih berproses. Pemerintah daerah sudah menyuarakannya ke pusat. Paling tidak, tahun 2021 sudah bisa dibangun. Uangnya menggunakan APBN di Kementerian PU, tidak menggunakan uang daerah. Pemerintah daerah hanya tinggal mengingatkan,” ujarnya. Efisiensi jarak Bima-Dompu dengan jembatan Lewamori ini menurutnya dapat menggeliatkan pembangunan di wilayah timur NTB.

Apalagi untuk mendukung destinasi wisata kelas dunia. Misalnya Pantai Lakey yang menjadi tempat berselancar kelas dunia kedua setelah  Karibia. “Kita harapkan turis-turis yang datang dari Labuan Bajo bisa menikmati Lakey, kemudian Pulau Ular Satonda, dan Gunung Tambora. Akses-akses destinasi wisata ini akan sangat singkat ditempuh jika Jembatan Lewamori ini dibangun,” ujarnya.

Melihat dampaknya yang cukup besar terhadap akses transportasi dan ekonomi di NTB, maka jembatan mutlak harus dibangun. Pemerintah daerah harus didorong lebih aktif membangun komunikasi dengan Kementerian PU PR agar jembatan ini bisa dibangun oleh Balai Jalan Nasional. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here