Januari-Agustus, 150 Unit Rumah Terbakar di Kabupaten Bima

Puluhan unit rumah warga di Desa Ntonggu Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima terbakar beberapa waktu yang lalu. (Suara NTB/uki)

Bima (Suara NTB) – Terhitung sejak Bulan Januari hingga Agustus 2020, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima mencatat ada sebanyak 18 kasus kebakaran rumah yang terjadi di daerah setempat.

“Dari Bulan Januari sampai Agustus ini, ada 18 kejadian bencana kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bima,” kata Kepala BPBD Kabupaten Bima, Aries Munandar ST, MT, kepada Suara NTB, Selasa, 11 Agustus 2020.

Iklan

Lebih lanjut dikatakannya, dari 18 kasus tersebut tercatat ada sebanyak 150 unit rumah yang terbakar, dengan kondisi berat, sedang dan ringan. Dari kasus itu tidak mengakibatkan jatuhnya korban jiwa atau meninggal dunia.

“Kebanyakan rumah panggung yang terbakar dan dari musibah ini tidak ada korban jiwa,” katanya.

Sedangkan kerugian materil lanjutnya, ditaksirkan mencapai angka belasan miliaran rupiah. Kerugian itu kata dia, baru estimasi biaya satu unit rumah yang mencapai Rp50 hingga Rp100 juta.

“Bisa mencapai angka belasan hingga puluhan miliaran rupiah kalau ditaksirkan dengan kebakaran diluar rumah,” katanya.

Aries mengungkapkan, 18 kasus kebakaran yang terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Bima tersebut dipicu oleh beberapa faktor, seperti hubungan arus pendek listrik hingga disebabkan akibat meledaknya kompor gas LPG tiga kilogram.

“Kebanyakan dua faktor ini yang menjadi pemicu kebakaran di Kabupaten Bima,” katanya.

Ia menambahkan kasus kebakaran terakhir yang terjadi yakni di Desa Samili Kecamatan Woha. Kebakaran yang dipicu korsleting listrik di salahsartu rumah warga itu menghanguskan 7 unit rumah.

“Terakhir di Desa Samili, ada 7 unit rumah yang terbakar akibat hubungan aru pendek. 6 unit rumah rusak berat, sdan 1 unit rusak ringan,” katanya.

Terlepas dari itu, rumah warga yang terbakar telah didata semuanya dan bahkan sudah dilaporkan kepada Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB dengan harapan bisa membantu rumah layak huni.

“Data-data rumah yang terbakar sudah kita kirimkan dan laporkan ke BNPB dan BPBD Provinsi, mudah-mudahan bisa membantu,” terangnya.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, Aries menghimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan. Memastikan api kompor gas telah padam setelah memasak dan saat keluar rumah memastikan listrik sudah dipadamkan. (uki)