Janji Mori untuk Felo Janga, Surga Tersembunyi di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Pemandangan hutan jati mewarnai sepanjang perjalanan Calon Wakil Gubernur NTB nomor urut 2, H. Mori Hanafi di Dompu. Setelah menempuh 3,5 jam perjalanan dari Bima, dan dengan melewati jalanan yang rusak dan tak tersentuh perbaikan sama sekali, membuat Mori Hanafi merasa tersentuh melihat sambutan yang sangat meriah dari warga Desa Jambu Kecamatan Poja, Selasa, 3 April 2018.

Desa ini memang terletak cukup jauh dari pusat Kota Dompu. Namun, Mori Hanafi memantapkan niatnya untuk tetap bertatap muka dengan warga setempat sekaligus mendengar aspirasi mereka.

Iklan

“Dalam rangka mengejar ketertinggalan selama 15 tahun terakhir, maka proyek mercusuar akan kita buat untuk pulau Sumbawa khususnya Bima dan Dompu,” demikian pidato politik Mori Hanafi di Lapangan Desa Jambu.

Selain itu, Mori juga akan memfokuskan programnya kepada para petani dan nelayan dengan memberikan peralatan bertani dan melaut yang modern sehingga akan memudahkan pekerjaan para petani dan nelayan.

Ada hal menarik dari Desa Jambu ini, terdapat sebuah pulau bernama Felo Janga yang berjarak hanya 15 menit dari tempat Mori Hanafi melakukan tatap muka dengan warga di desa ini. Pulau ini terletak di bagian utara dari Kota Dompu. Tempat ini juga dikenal sebagai tempat yang sempurna untuk menikmati senja dengan semburat warna-warni yang cantik sambil menunggu tenggelam nya matahari.

“Pulau Felo Janga ini juga akan masuk di dalam salah satu program pembangunan 100 desa wisata Ahyar-Mori, yang akan difokuskan juga pada pembangunan fasilitas bertaraf nasional untuk kemudahan para wisatawan yang berkunjung ke pulau ini”, ujar calon wakil gubernur nomor urut 2, H. Mori Hanafi.

Felo Janga sangat menawan karena bentuknya yang terletak agak ketengah laut di bibir pantai dengan hamparan pasir putih yang kekuning-kuningan, ditambah dengan biru air laut yang sangat jernih . Secara harafiah, Felo Janga berarti Jengger Ayam. Nama ini memang sangat sesuai dengan bentuk bukit yang menyerupai seekor ayam lengkap dengan jenggernya.

Selain itu, pantai ini berdampingan dengan pantai Wadu Jao (Batu Hijau) yang mana pantainya memiliki batu berwarna hijau. Keunikan pantai ini selain warna batunya hijau, terdapat pula batu raja yang menyerupai kepala menghadap kelaut, yang lebih indah lagi ditebingnya ada ukiran batu yang khas dengan guratan-guratan indahnya. Diperkirakan ukiran batu ini muncul melalui hasil proses alam jutaan tahun yang lalu.

Setelah tatap muka di Desa Jambu, Mori Hanafi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Desa Temba Lae, Ranggo. Calon Wakil Gubernur nomor urut 2 ini menghabiskan waktu hingga tengah malam untuk menyapa warga sebelum akhirnya kembali ke Kota Bima.

 

Bibit dan Pupuk untuk Petani Dompu

Sehari berselang, H. Mori Hanafi, SE, M.Comm juga berkampanye di Kecamatan Wijaya Desa Simpasae dan Desa Saneo. Di sini, Mori menegaskan akan memperhatikan ketersediaan dan kebutuhan bibit jagung untuk para petani jagung di Dompu. Penegasan itu disampaikannya saat.

Khusus untuk para petani jagung di Dompu, Mori Hanafi menegaskan akan memperhatikan mengenai bibit jagung berkualitas terbaik untuk petani di Dompu.

Ia menilai, hasil jagung di Dompu ini terkenal sangat terbaik dan berkualitas ekspor sampai ke mancanegara.

Problemnya adalah, pupuk untuk jagung saat ini termasuk sangat sulit diperoleh petani di Dompu. Maka sudah saatnya Bima dan Dompu menerima irisan kue pembangunan untuk 5 tahun kedepan.

“Saya memohon dukungan, doa dan restu untuk merebut konstitusi untuk memimpin NTB. Demi mengejar ketertinggalan kita selama 15 tahun belakangan ini. Hanya dou ndai lah yang bisa membangun dan mengerti mengenai kebutuhan daerah kita ini. Sorban adalah tanda suci untuk perjuangan Ahyar-Mori, agar Anda semua bisa menyampaikan kabar kepada seluruh keluarga untuk mencaki No.2,” tegas Mori Hanafi dalam orasinya.

Setelah menyampaikan orasi politiknya, Mori Hanafi dan rombongan melanjutkan kegiatannya dengan blusukan dan menyapa masyarakat secara langsung. Ratusan warga Desa Simpasae dan Desa Saneo keluar dari rumah masing-masing dan menyambut dengan bahagia kehadiran Mori Hanafi di desa mereka.

Selain itu, Mori Hanafi, juga melakukan  kunjungannya ke Desa Baka Jaya, Dompu. Dalam kampanye di desa ini, Didi Wahyudi, SE, yang merupakan anggota DPRD Kota Dompu Fraksi Gerindra menegaskan dukungan dan komitmen pemenangan pasangan Ahyar-Mori.

“Hanya Mori Hanafi yang orang Mbojo. Maka di desa ini suaranya harus 90% untuk Ahyar Mori. Yang saya bawa kesini untuk ekonomi rakyat yang lebih baik lagi, untuk kemaslahatan masyarakat. Sehingga 85 hari lagi jangan lupa kita harus memenangkan Ahyar-Mori. Caki mena nomor 2, coblos sorbannya Ahyar-Mori!,” demikian sambutan yang penuh semangat dari Didi Wahyudi di Desa Baka Jaya.

Rangkaian acara Mori Hanafi di Dompu kemaren termasuk juga mengalungkan sorban sebagai tanda suci perjuangan Ahyar Mori kepada Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Gender dan Relawan. (tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here