Janji Kerja Ahyar-Mori, Dokter Umum dan Ambulans di Setiap Desa

Mataram (Suara NTB) – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, TGH. Ahyar Abduh dan H. Mori Hanafi, SE, M.Comm (Ahyar-Mori), bertekad untuk membawa kemajuan yang pesat dalam kualitas kesehatan masyarakat NTB. Upaya ini pun diterjemahkan dalam empat janji kerja Ahyar-Mori di bidang pelayanan kesehatan.

Janji kerja pasangan Ahyar-Mori di bidang kesehatan, merupakan suatu terobosan bagi pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih baik. “Kami yakin, jika ini berjalan dengan baik, akan memberikan dampak yang begitu pesat bagi masyarakat NTB. Dan baru kami, pasangan nomor 2, yang berani mem-breakdown semua misi ke program kerja yang lebih detail,” ujar Mori Hanafi dalam laman facebooknya.

Iklan

Janji kerja pertama dari empat janji itu adalah, pelayanan kesehatan yang cepat, mudah, murah, berkualitas dan memuaskan.

Selama ini, pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan milik pemerintah memang identik dengan proses yang berbelit, administrasi yang terlalu rumit, hingga pelayanan tenaga medis yang kurang profesional. Tak jarang, masyarakat yang berobat di fasilitas kesehatan milik pemerintah harus mendapatkan perlakuan yang kurang pantas. Kejadian semacam inilah yang diharapkan bisa ditekan lewat janji kerja pertama tersebut.

Janji kerja kedua, adalah program penyediaan dokter umum dan ambulans di setiap desa. Seperti diketahui, saat ini rasio jumlah ambulans dan dokter umum masih belum sepadan dengan jumlah masyarakat NTB yang membutuhkan pelayanan. Untuk itulah, janji kerja Ahyar-Mori yang kedua di bidang kesehatan ini akan mampu mendorong terpenuhinya rasio yang lebih berimbang.

Ketersediaan ambulans di setiap desa juga diharapkan bisa menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi yang baru lahir. Dengan demikian, diharapkan tidak lagi terulang kejadian memilukan seperti yang terjadi di Kabupaten Bima, baru-baru ini.

Seperti diketahui, medio Maret lalu, seorang pasien miskin di Kabupaten Bima, Suhadah (27), mengalami perlakuan yang memilukan akibat buruknya standar pelayanan kesehatan. Suhadah, ibu bayi yang meninggal di RSUD Bima, terpaksa dipulangkan dengan menggunakan motor karena tidak ada biaya menyewa mobil ambulans.

Kejadian seperti ini tentunya tidak akan terjadi seandainya setiap fasilitas ambulans yang dimiliki lebih mencukupi untuk melayani warga NTB.

Dalam janji kerja berikutnya, pasangan Ahyar-Mori bertekad untuk meningkatkan fasilitas dan mutu layanan kesehatan Puskesmas di seluruh kecamatan di NTB. Saat ini, sejumlah Puskesmas telah menyediakan fasilitas dan layanan kesehatan yang cukup memadai. Bahkan, Puskesmas semacam ini telah mampu menyediakan fasilitas rawat inap bagi pasien yang membutuhkan.

Sayangnya, model puskesmas semacam ini belum merata di seluruh NTB. Untuk itulah, pasangan Ahyar-Mori bertekad untuk mendorong terciptanya layanan kesehatan Puskesmas yang lebih baik di seluruh kecamatan di NTB. Dengan adanya pemerataan tersebut, diharapkan masyarakat memiliki opsi pengobatan yang lebih baik dan lebih dekat. Dalam keadaan gawat darurat, masyarakat yang tinggal di pelosok, tidak perlu harus berobat ke RSUD yang jauh.

Janji kerja keempat pasangan Ahyar-Mori adalah memberikan bantuan pendidikan bagi dokter umum untuk mengikuti jenjang pendidikan dokter spesialis. Seperti diketahui, saat ini rasio jumlah dokter spesialis di rumah sakit yang ada di NTB memang masih sangat minim. Terlebih, di kabupaten/kota yang kurang berkembang.

Kondisi ini perlu disikapi dengan mendorong dokter umum yang ada untuk mengambil pendidikan spesialis. Di saat yang sama, jumlah dokter juga semakin ditingkatkan dengan mendorong lahirnya dokter-dokter baru di NTB.

Untuk itulah, bantuan pendidikan bagi dokter umum untuk menempuh jenjang pendidikan spesialis akan sangat membantu.

“Kami berharap semua janji kerja pasangan Ahyar-Mori di bidang kesehatan ini bisa mendorong terciptanya masyarakat NTB yang lebih sehat. Kalau masyarakat kita sehat, daerah kita akan lebih produktif dan semakin cepat berkembang,” ujar juru bicara Mori Hanafi, Muti’ah Murni, SH, M.Kn. (tim)