Janji Calo Jelang Seleksi, Pelamar CPNS dan PPPK Diimbau Waspada

Kabid P2FPT pada BKD dan PSDM Lobar, L. Suastariadi H saat melakukan verifikasi berkas CPNS yang masuk. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) diimbau tidak mudah percaya dengan berbagai modus operandi penipuan yang dilakukan oknum dengan iming-iming lulus CPNS dengan meminta imbalan uang kepada korbannya. Bahkan oknum penipu berani mencatut nama pejabat di Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan SDM (BKD dan PSDM).

Kepala Bidang Pengadaan, Penempatan, dan Fasilitasi Purna Tugas (P2FPT) pada BKD dan PSDM Lobar, L. Suastariadi H, mengungkapkan, pendaftaran CPNS dan PPPK mulai dibuka tanggal 30 Mei mendatang. Untuk mempersiapkan diri mendaftar CPNS dan PPPK, para pelamar pun mulai melengkapi berkas. Salah satunya Surat Keterangan Catatan kepolisian (SKCK).

Iklan

“Masyarakat khususnya pelamar CPNS dan PPPK jangan mudah percaya dengan rayuan yang ingin menipu dengan iming-iming lulus CPNS. Modusnya, menjanjikan loloskan karena punya orang yang bisa bantu. Dan mencatut nama pejabat BKD,” ungkapnya, Senin, 24 Mei 2021.

Diakuinya, banyak masyarakat yang terkena penipuan, sehingga penting ia mengingatkan agar tidak banyak yang jadi korban. Dalam hal ini, ujarnya, pelamar harus percaya diri karena yang menentukan lulus tidaknya adalah dirinya dan Tuhan. Sementara BKD tidak bisa bermain-main, karena menggunakan sistem komputer.

Meski demikian, di satu sisi, sulit mengubah pola pikir warga yang cepat percaya dengan penipuan karena mereka berpikir ingin lulus CPNS. Warga kata dia harus bertanya ke orang terdekat atau tetangga dan harus bertanya langsung ke kantor BKD supaya tidak terkena penipuan.

Yang perlu disiapkan pelamar adalah berbagai berkas persyaratan. Di antaranya bukti akreditasi perguruan tinggi, baik akreditasi kampus atau program studi. Selain itu, ada SKCK atau surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian, kesehatan jasmani dan rohani. Sedangkan syarat lainnya, secara umum sama seperti tahun sebelumnya. “Soal persyaratan ini akan dibahas dalam rapat dengan Kanreg Denpasar melalui rapat zoom,” ujarnya.

Sementara itu, di Polres Lobar pemohon SKCK meningkat tajam. Per hari, jumlah pemohon SKCK mencapai 150 per hari. Kapolres Lobar melalui Kasat Intel Polres Lobar Iptu I Nyoman Agus Sugiarta W mengatakan peningkatan pemohon SKCK ini meningkat sejak Jumat pekan lalu. Peningkatan pemohon dari pemohon SKCK pada hari-hari sebelumnya sebanyak 20-30 orang per hari. Kemudian naik menjadi 150 orang. Banyaknya pemohon SKCK yang ingin melamar di RSUP NTB. Sedangkan untuk pemohon dari CPNS sendiri sejauh ini belum ada.

Diperkirakan selama sepekan hingga Dua pekan kedepan, pemohon dari CPNS akan mulai meningkat. Pihaknya juga membuka pelayanan online melalui website resmi https://skck.polri.go.id/. Pihaknya menyarankan agar pemohon mengajukan SKCK melalui online supaya lebih cepat dan mudah. “Ini juga menghindari kerumunan sesuai dengan protokol kesehatan,” jelas dia.(her)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional