Jangka Menengah dan Panjang, Keberadaan KEK Mandalika Diperkirakan Serap 570 Ribu Tenaga Kerja

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/dok), H.Mohammad Rum (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)  – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB menyebutkan kebutuhan tenaga kerja dengan keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dalam jangka menengah dan panjang mencapai 570 ribu orang. Kepala Disnakertrans NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., mengatakan akhir 2020 telah dilakukan analisis kebutuhan tenaga kerja bersama tim.

‘’Sudah saya lakukan analisis dan melibatkan tim sejak akhir 2020. Makanya kita prediksi kebutuhan tenaga kerja dalam jangka menengah dan panjang itu 570 ribu orang,’’ ujar Aryadi dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 3 Oktober 2021.

Iklan

Aryadi menjelaskan keberadaan KEK Mandalika, bukan saja membuka peluang kerja di dalam kawasan. Tetapi juga di luar kawasan akan ikut berkembang. Sehingga kebutuhan tenaga kerja sebanyak itu, bukan saja di KEK Mandalika, tetapi juga industri turunan yang berkembang dengan keberadaan KEK Mandalika.

‘’Ini kalau semua property terbangun, investasi di sana jalan. Sekarang ini, karena ada pandemi, ada hambatan,’’ katanya.

Mantan Kepala Diskominfotik NTB ini mengatakan, jika dilihat dari perencanaan investasi di dalam KEK Mandalika, akan ada 8 hotel bintang lima yang akan dibangun. Saat ini, baru terbangun Hotel Pullman.

Setiap hotel bintang 5, sebut Aryadi, akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 300 – 400 orang untuk tahap operasi awal. Jika 8 hotel telah terbangun, maka sebanyak 3.2000 tenaga kerja yang akan terserap.

‘’Kebutuhan tenaga kerja itu sudah kami petakan kemarin. Sehingga memudahkan untuk menyiapkan tenaga kerja,’’ jelasnya.

Aryadi menambahkan keberadaan KEK Mandalika justru akan banyak menyerap tenaga kerja di sektor pendukung, atau industri turunannya. ‘’Akan banyak usaha yang berkembang dengan keberadaan KEK Mandalika. Dan itu yang menyerap tenaga kerja cukup banyak,’’ tandasnya.

Sebagaimana diketahui, nilai investasi pembangunan kawasan Mandalika diperkirakan sebesar Rp2,2 triliun. Diperkirakan akan menarik investasi sebesar Rp40 triliun hingga tahun 2025.

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB mencatat ada 16 investor yang masuk berinvestasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Sebanyak 16 investor tersebut dengan rencana investasi sebesar Rp4,28 triliun lebih.

Kepala DPMPTSP NTB, Ir. H.Mohammad Rum, M.T., menyebutkan 16 investor tersebut, berikut jenis investasinya. Antara lain, PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development (ITDC) dengan rencana investasi sebesar Rp905,53 miliar. Dengan jenis investasi aktivitas operasional fasilitas olahraga/investasi infrastruktur, Hotel Pullman.

Kemudian, PT. Air Indonesia Amerika dengan jenis investasi industri penampungan, penjernihan dan penyaluran air minum. Dengan rencana investasi sebesar Rp327,7 miliar. Selanjutnya, PT. Resort Indonesia Amerika, jenis investasi pembangunan Hotel Paramount dengan rencana investasi sebesar Rp1,29 triliun.

  1. Lees Internasional Development, jenis investasi pembangunan Hotel Royal Tulip dengan rencana investasi sebesar Rp288 miliar. Selain itu, PT. Alam Hijau Mandalika, jenis investasi pembangunan mini mal dan hotel dengan rencana investasi Rp80 miliar.
  2. Elmarmitra Perkasa, jenis investasi beach club dan hotel dengan nilai investasi sebesar Rp264,99 miliar. PT. Mosaique Jiva One Sky, membangun Lagoon Hotel/Mercure & Hotel dengan rencana investasi sebesar Rp360 miliar.
  3. Mahkota Permata Mandalika, membangun Hotel Grand Aston dengan rencana investasi Rp300 miliar. PT. Palamarta Kuta Permai, akan membangun Hotel Harpard dengan rencana investasi Rp220 miliar.
  4. Mandalika Mitra Bersama, jenis investasi aktivitas penempatan tenaga kerja dan konstruksi gedung dengan nrencana investasi Rp500 juta. PT. Kuta Mandalika Nusantara, pembangunan Hotel Pullman dengan rencana investasi Rp23 miliar.
  5. Merese Mandalika Nusantara, pembangunan Hotel Clubmed dengan rencana investasi Rp20 miliar. PT. Mandalika Jaya Bersama, jenis investasi pembangunan Coco Mart dengan rencana investasi Rp30 miliar lebih.
  6. Road Grip Motosport Indonesia, jenis investasi EO MotoGP dengan rencana investasi Rp2,5 miliar. PT. Lombok Intan Paradiso, jenis investasi pembangunan restoran dengan rencan investasi Rp40 miliar dan PT. Sinar Tiga Pilar, pembangunan Raja Hotel Kuta Mandalika dengan rencana investasi Rp101 miliar. (nas)
Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional