Jangan Terlalu Andalkan Wisatawan Asing

M. Ridwan Kamil (kiri) dan H.Zulkieflimansyah (Suara NTB/ist)

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengingatkan agar NTB jangan terlalu mengandalkan kunjungan wisatawan asing. Karena wisatawan asing sangat bergantung dengan adanya penerbangan untuk menuju destinasi wisata di Indonesia.

‘’Sekali ada peristiwa tak boleh terbang, selesai. Maka yang betul, perkuat pariwisata lokal,’’ ujar Ridwan Kamil saat menghadiri tasyakuran HUT NTB ke-62 di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Kamis, 17 Desember 2020.

Menurutnya, wisatawan lokal atau domestik yang perlu digenjot. Karena mereka bisa datang ke destinasi naik perahu, motor, kereta api dan lainnya, tidak bergantung adanya penerbangan.

Ia mengatakan, kunjungan wisatawan lokal akan membuat ekonomi pariwisata langgeng. Untuk itu, ia menawarkan NTB bekerjasama dalam pengembangan sektor pariwisata.

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini, mengajak NTB untuk mempermudah akses kedua daerah. Seperti mempermudah akses penerbangan dari Jawa Barat ke Lombok.

Ia menyebut, Jabar memiliki jumlah penduduk sekitar 50 juta jiwa atau dua kali lipat penduduk Australia. Orang Jabar, kata Kang Emil, senang berwisata.

‘’Tinggal kita bikin penerbangan yang lebih mudah, akses yang lebih mudah ke Lombok. Maka 50 juta penduduk Jawa Barat, dua kali penduduk Australia. Kalau kelas menangahnya mau, itu bisa menghidupkan ekonomi NTB secara luar biasa,’’ tandasnya.

Sementara, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., mengatakan jika ada penerbangan langsung dari Jawa Barat ke Lombok. Maka akan banyak orang Jabar yang berkunjung ke NTB.

‘’Kalau ada direct flight, saya kira banyak warga Jawa Barat akan berkunjung, menghabiskan waktunya ke NTB. Begitu juga orang NTB, senang ke Jawa Barat,’’ katanya.

Gubernur mengatakan, Jabar merupakan pasar yang terbuka cukup besar bagi NTB. Dengan kolaborasi antara NTB dan Jabar, ke depannya ekonomi NTB tak akan terlalu bergantung lagi dengan wisatawan luar negeri.

‘’Mudah-mudahan dengan pasar yang terbuka cukup besar, membuat ekonomi kita tak terlalu bergantung kepada luar karena pandemi ini.  Tapi memaksimalkan juga kunjungan wisatawan domestik,’’ ujarnya. (nas)