Jangan Sampai RS Kolaps

Mohammad Iqbal (Suara NTB/nas)

TINGKAT keterisian tempat tidur ICU sejumlah rumah sakit di NTB mulai melewati ambang batas. Penularan Covid-19 yang makin merebak memaksa penambahan tempat ridur rawat inap. Hal itu untuk mengantisipasi pasien Covid-19 telantar karena tidak tertangani.

“Jangan sampai rumah sakit kolaps,” tegas Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, Sabtu, 24 Juli 2021 mengevaluasi penanganan Covid-19 terkini di wilayah NTB. Khususnya mengenai Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit yang menangani Covid-19. Jenderal bintang dua ini mengingatkan kepala daerah kabupaten/kota di NTB untuk menjalankan strategi penanganan Covid-19 yang tepat dan cepat. “Segera tambah tempat tidur, ruang isolasi, ICU sehingga BOR nanti akan rendah sendiri,” ucapnya.

Iklan

Cara lainnya, imbuh Iqbal, dengan mengerahkan tenaga kesehatan dan dokter spesialis untuk bekerja keras merawat pasien Covid-19. Terutama yang bergejala sedang hingga berat. “Sehingga bisa segera sembuh. Kami yakin kita akan segera kendalikan BOR ini,” kata dia. Kapolda menyatakan, kondisi BOR Provinsi NTB belum sampai pada level mengkhawatirkan. Tetapi dia meminta pemerintah daerah untuk waspada dan bergerak cepat merespons kondisi. “Jangan terlena, jangan bermalas-malasan karena kita bekerja maksimal,” tegasnya.

Dia mencontohkan respons terhadap keterbatasan tabung oksigen di Kabupaten Bima yang notabene BOR-nya di atas 60 persen pada fasilitas ICU. Kemudian langsung berkoordinasi agar kekurangan itu dapat langsung tertutupi. Demikian juga dengan ketersediaan obat-obatan terapi Covid-19 dan stok oksigen melalui pemantau kontinyu ke perusahaan penyuplai oksigen. “Kita tidak bisa kerja di hilir saja. Di hulu juga harus maksimal,” urainya.

Dari sisi lain, Polda NTB memaksimalkan kewenangannya dalam penegakan protokol kesehatan. Kemudian meminimalisasi kerawanan keamanan dalam proses penanganan Covid-19. Apalagi saat ini sedang ada penerapan PPKM Level 4 di ibukota provinsi NTB. “Kita tidak bisa kendalikan Covid-19 dari satu sisi saja. Memang ekonomi harus produktif. Tapi tidak kalah penting kesehatan. Keselamatan manusia itu nomor satu,” tandas Iqbal.

Data Dinas Kesehatan Provinsi NTB per-23 Juli seperti diberitakan Suara NTB sebelumnya, BOR ICU rumah sakit di NTB mencapai 58,3 persen. Tiga kabupaten/kota bahkan melewati atau sama dengan ambang batas 60 persen. Antara lain Kabupaten Bima 77,8 persen; Kota Mataram 71,2 persen; dan Dompu 60 persen. Provinsi NTB memiliki fasilitas 206 tempat tidur ICU, tempat tidur isolasi 1.306 unit, ruang isolasi darurat 222 tempat tidur.

Berpeluang Diperpanjang

 

Polda NTB mengantisipasi perpanjangan masa PPKM Level 4 Kota Mataram. Pos penyekatan digiatkan. Begitu juga dengan patroli pemantauan batas waktu kegiatan usaha makanan pada malam hari. ‘’Dari hasil video conference kita dengan Ketua Satgas, Airlangga Hartarto, kemungkinan Kota Mataram (PPKM Level 4) akan dilanjutkan sampai 8 Agustus. Tapi memang belum ada keputusan resminya,” kata Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Imam Thobroni saat mendampingi Kapolda.

Maka, Polda NTB setiap malam akan menerjunkan sekurangnya 300 personel untuk mendukung upaya Polresta Mataram memantau pelaksanaan aturan. Antara lain Inmendagri 23/2021, SE Gubernur NTB No180/2021, dan SE Walikota Mataram No800/2021. Imam lalu mencontohkan aturan pada sektor esensial restoran, rumah makan, dan usaha makanan lainnya. “Makan hanya boleh dibawa pulang. Tidak boleh makan di tempat. Maka nanti kita akan terus berpatroli sambil memberikan bantuan,” ucapnya.

Teknis pengawasannya, sambung dia, yakni dengan menyambangi kafe, rumah makan, atau pedagang kaki lima untuk menyosialisasikan aturan-aturan tersebut. Imam menegaskan, tidak akan ada aksi pembubaran. “Hanya kegiatan imbauan mengedepankan empati, humanis, dan simpatik,” jelasnya. Imam menjelaskan upaya itu sebagai wujud penanganan sosial dengan tujuan agar tidak terjadi resistensi masyarakat yang kontraproduktif dengan tujuan utama PPKM. “Caranya cuma dua, hindari Covid-19 dengan 5M dan tingkatkan imun tubuh,” tutup Imam. (why)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional