Jangan Donor Darah Selama Tiga Bulan bagi Masyarakat yang Sudah Divaksinasi Covid-19

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB meminta masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 supaya jangan mendonorkan darah minimal selama tiga bulan. Karena dalam kurun waktu tersebut masih terjadi proses pembentukan antibodi setelah divaksin.

‘’Orang-orang yang sudah divaksin. Jangan donor darah selama tiga bulan. Karena, proses pembentukan antibodi sedang berlangsung,’’ kata Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., dikonfirmasi Kamis, 1 April 2021.

Iklan

Eka menjelaskan jika darah orang yang sudah divaksin diambil, maka proses pembentukan antibodi akan terganggu. Karena vaksin Covid-19 yang sudah disuntikkan beredar di aliran darah.

‘’Minimal tiga bulan atau satu siklus tidak mendonorkan darah,’’ kata mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini.

Eka menambahkan, jika ada masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19. Kemudian mendonorkan darahnya sebelum tiga bulan berakhir, maka pembentukan antibodi yang sedang berproses di dalam tubuh ikut keluar.

‘’Ikut terambil saat mendonor. Antibodi itu terbentuk tidak secara langsung naik ketika disuntik vaksin,’’ katanya.

Namun, kata Eka, antibodi terbentuk secara bertahap. Ia juga menjelaskan antara orang yang satu dengan lainnya, pembentukan antibodi berbeda-beda. Ada yang terbentuk antibodinya sebesar 28,5 dan 45 setelah satu bulan divaksin.

‘’Paling tinggi antibodi yang terbentuk setelah vaksinasi 45. Tapi kalau orang habis kena Covid-19, sembuh dari Covid-19, antibodinya bisa sampai 200,’’ ungkapnya.

Berdasarkan data Dikes NTB, hingga Kamis, 1 April 2021, jumlah masyarakat yang sudah divaksinasi Covid-19 sebanyak 124.985 orang atau 199,4 persen untuk pemberian vaksin dosis pertama. Sedangkan untuk pemberian vaksin dosis kedua sudah mencapai 49.990 orang atau 79,7 persen.

Vaksinasi yang dilakukan merupakan tahap pertama dan kedua termin pertama dengan jumlah sasaran sebanyak 62.685 orang. Dengan rincian, Lansia sebanyak 13.366 sasaran, pelayan publik 21.681 sasaran dan tenaga kesehatan (nakes) sebanyak 27.638 sasaran.

Capaian vaksinasi nakes untuk dosis pertama sebanyak 30.154 orang atau 109,1 persen dan dosis kedua sebanyak 27.993 orang atau 101,3 persen.

Sedangkan capaian vaksinasi pelayan publik sebanyak 87.022 orang atau 401,4 persen untuk dosis pertama dan 21.158 orang atau 97,6 persen dosis kedua. Sementara, capaian vaksinasi untuk lansia sebanyak 7.809 orang atau 58,4 persen untuk dosis pertama dan 836 orang atau 6,3 persen untuk dosis kedua. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional