Jamintel Pantau Proyek BIZAM dan ‘’Bypass’’ Mandalika

Mataram (Suara NTB) – Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung RI Dr. Sunarta memantau langsung pekerjaan proyek pengembangan Bandara Zainuddin Abdul Madjid, Praya, Lombok Tengah. Kemudian juga memantau proyek Bypass Bandara – Mandalika. Pemantauan proyek strategis nasional ini untuk memastikan pekerjaan sesuai jalurnya dan tidak melanggar aturan.

Proses pemantauan dilakukan dengan kunjungan ke titik-titik pekerjaan. Antara lain area terminal BIZAM. Kemudian pekerjaan jalan Bypass Mandalika di dua titik paket. Dilanjutkan dengan meninjau trek Mandalika International Street Circuit di Pujut, Lombok Tengah.

Iklan

Sunarta dalam pemantauannya didampingi Inspektorat Jenderal Kementerian PUPR Tengku Iskandar, Kajati NTB Tomo Sitepu, serta Kepala Balai unit pelaksana teknis Kementerian PUPR Wilayah Kerja NTB. “Kegiatan tersebut dalam rangka monitoring,” kata Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan, Jumat, 26 November 2021.

Proyek pengembangan BIZAM digelontorkan dengan pagu anggaran Rp1,15 triliun. Item pekerjaannya terbagi menjadi, perluasan terminal bandara yang progresnya sudah mencapai 99,65 persen; pengembangan fasilitas kargo terealisasi 100 persen. Perpanjangan landasan pacu dan fasilitas pendukungnya terealisasi 86,59 persen; pembangunan apron barat terealisasi 100 persen; penataan pengunjung bandara dan area parkir sudah terealisasi 77,68 persen, dan renovasi terminal existing sudah selesai 100 persen.

Sementara pekerjaan pembangunan Jalan Bypass Mandalika paket I dengan pagu anggaran Rp199,77 miliar. Paket pekerjaan jalan sepanjang 4,3 kilometer ini dikerjakan PT Nindya Karya dan PT Bumi Agung dengan kerjasama operasional. “Pekerjaan paket I sudah selesai 100 persen,” ucap Dedi.

Selanjutnya proyek Bypass Mandalika paket II senilai Rp353,8 miliar yang dikerjakan PT Adhi Karya-PT Metro (KSO). Progres pekerjaan jalan sepanjang 9,7 kilometer sudah tuntas 100 persen. Kemudian Jalan Bypass Mandika paket III sepanjang 3,36 kilometer dengan nilai Rp152,4 miliar dikerjakan PT Yasa Patria Perkasa. “Dari pantauan progresnya 89,96 persen,” sebutnya. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional