Jam Malam Kembali Diperketat

Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh memimpin rapat evaluasi penanganan pandemi di Kota Mataram. Diputuskan pemerintah akan memperketat kembali penerapan jam malam dan mengembalikan PBM ke sistem BDR.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Meningkatnya kasus penularan virus corona (Covid-19) baik secara nasional maupun di daerah menjadi atensi Forum Koordinasi Pimpinan Daera (Forkopimda) Kota Mataram. Untuk itu beberapa keputusan telah diambil. Antara lain memperketat kembali penerapan jam malam serta membatasi kembali proses belajar mengajar (PBM) yang berjalan di sekolah.

Walikota Mataram sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Kota Mataram, H. Ahyar Abduh, menerangkan kedua keputusan tersebut telah disepakati oleh seluruh unsur Forkopimda. Terutama mempertimbangkan angka Covid-19 nasional yang tembus angka 1 juta pasien serta eskalasi penularan di Kota Mataram yang terus meningkat beberapa pekan terakhir.

Iklan

“Kita sepakati antara lain, jam malam sampai pukul 22.00 Wita. Aturan ini memang belum pernah dicabut, tapi kali ini harus betul-betul dipatuhi dan dilaksanakan,” jelas Ahyar saat memberi keterangan sesuai memimpin rapat evaluasi penanganan Covid-19, Rabu, 27 Januari 2021 di Pendopo Walikota Mataram.

Menurutnya, aturan tersebut akan diterapkan secara menyeluruh. Artinya, seluruh aktivitas dan kegiatan masyarakat di pusat-pusat perbelanjaan, restoran, dan tempat-tempat umum lainnya hanya boleh dilaksanakan sampai pukul 22.00 Wita.

“Demi menjaga keselamatan dan kesehatan warga Kota Mataram, jam malam ini akan berlaku secara efektif. Apapun kegiatannya yang bersifat ada kerumunan, apakah itu event, resepsi, atau apa saja, semua batasnya sampai jam 10 malam,” tegas Ahyar.

Menurutnya, hal tersebut perlu menjadi perhatian bersama. Mengingat jumlah kasus di Kota Mataram diakui masuk dalam taraf yang mengkhawatirkan. Sampai dengan Rabu, 27 Januari 2021, Satgas Covid-19 Kota Mataram mencatat total 1.727 kasus positif. Rinciannya, 1.357 orang pasien dinyatakan sembuh, 103 pasien meninggal, dan 267 pasien masih menjalani isolasi.

Hal tersebut cukup disayangkan. Mengingat Kota Mataram sempat mendapati eskalasi kasus penularan berhasil melandai di pertengahan 2020, namun kembali meningkat pada pergantian tahun 2020-2021.

“Ini perlu dukungan semua pihak. Sekarang ini trennya terus naik. Bahkan prediksi para ahli yang kita terima, kita akan mencapai puncak penyebaran virus,” ujar Ahyar. Menurutnya, seluruh upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Mataram melalui Satgas Covid-19 adalah untuk mengantisipasi lonjakan kasus tersebut.

Selain memaksimalkan penerapan jam malam, seluruh kegiatan PBM di sekolah juga disebutnya akan kembali pada basis awal penanganan Covid-19. Antara lain penerapan belajar dari rumah (BDR) bagi peserta didik, kecuali untuk kelas 7-9.

“Karena itu sudah ada Surat Edaran (SE) dari Pak Gubernur, maka itu akan dilaksanakan. Yang melakukan pembelajaran tatap muka secara langsung itu hanya kelas akhir yang akan ujian. Selain yang itu, kembali ke sistem belajar secara daring,” jelas Ahyar.

Pengembalian sistem tersebut paling cepat dilaksanakan mulai Senin, 1 Februari 2021 mendatang. Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 360/112/BPBD.NTB/I/2021 yang ditandatangani Gubernur NTB yang diwakili Wakil Ketua Satgas Covid-19 NTB sekaligus Sekda NTB, H. Lalu Gita Ariadi, pembatasan kegiatan masyarakat disesuaikan dengan level kewaspadaan di masing-masing kabupaten/kota salah satunya menyangkut PBM di sekolah. Di mana seluruh kegiatan PBM dilakukan secara daring (dalam jaringan), kecuali bagi siswa kelas 7-9 yang boleh melaksanakan PBM secara luring (luar jaringan).

Untuk memperjelas seluruh aspek penanganan pandemi tersebut, Satgas Covid-19 Kota Mataram juga akan segera melaksanakan rapat lanjutan. Antara lain untuk menyusun kembali rencana-rencana kegiatan untuk pengendalian penularan virus serta pembahasan terkait penanganan Covid-19 berbasis lingkungan (PCBL).

“Kita ingin PCBL ini supaya lebih aktif kembali. Kami akan menyusun rencana-rencana kegiatan seperti yang sudah kita lakukan pada 2020 lalu, untuk mencegah dan menangani Covid-19 ini. Itu yang akan kita lakuan melalui rapat lanjutan di tingkat Satgas,” tandas Ahyar. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional