Jam Malam Itu Bukan Matikan Lampu

Nyayu Ernawati. (Suara NTB/fit)

Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram, Nyayu Ernawati, S.Sos., mengkritisi pemberlakuan jam malam yang sudah identik dengan mematikan lampu-lampu jalan di malam hari. ‘’Terkait jam malam. Okelah, silahkan dilakukan, tapi bukan mematikan lampu-lampu jalan,’’ tegasnya kepada Suara NTB usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Kota Mataram, Senin, 25 Januari 2021.

Menurut Nyayu mematikan lampu-lampu jalan bukan satu-satunya cara menerapkan jam malam. ‘’Malah, dengan dimatikannya lampu itu, banyak sekali terjadi kasus-kasus kejahatan,’’ sesalnya. Idealnya, jam malam itu, lampu-lampu jalan tetap menyala, tetapi patroli lebih digalakkan. Membubarkan keramaian-kemaraian yang terjadi.

Iklan

Anggota dewan dari Dapil Ampenan ini mengaku sudah berkoordinasi dengan Sekda Kota Mataram terkait jam malam. ‘’Saya minta sama pak sekda, tolong lampu dinyalakan, karena apa? Banyak sekali yang menyalahgunakan kondisi yang gelap di jalan-jalan. Kalau saya lebih setuju, patrolinya yang digrncarkan,’’ ungkapnya.

Untuk mencegah jangan sampai Kota Mataram yang kini berstatus zona oranye justru tergelincir lagi ke zona merah, Nyayu meminta gugus tugas Kota Mataram untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pada bagian lain, Nyayu meminta gugus tugas Kota Mataram menjadikan tren peningkatan kasus Covid-19 di Kota Mataram sebagai perhatian serius. Hal ini berkaitan pula dengan simulasi pembelajaran tatap muka yang dilakukan oleh sekolah-sekolah di Kota Mataram.

‘’Memang kita (Mataram) zona oranye, tapi ini juga harus menjadi perhatian kita bersama. Intinya, apa yang menjadi keputusan gugus tugas, itu yang harus dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Mataram,’’ katanya.

Dewan, kata dia, ingin yang terbaik untuk anak-anak di Kota Mataram. Simulasi itu, kata Nyayu dijadwalkan sampai tanggal 25 Januari. ‘’Tapi kita belum tahu, apakah akan dilanjutkan atau tidak,’’ cetusnya. Untuk itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Mataram ini meminta Dinas Pendidikan Kota Mataram segera berkoordinasi dengan Gugus Tugas Kota Mataram.

Karena kondisi penyebaran Covid-19 yang semakin berbahaya, tidak memungkinkan untuk sekolah-sekolah melanjutkan pembelajaran tatap muka. (fit)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional