Jam Kerja ASN Dipangkas Lima Jam Saat Ramadan

Mataram (Suara NTB) – Aparatur Sipil Negara (ASN) akan lebih cepat pulang kerja saat ramadan dibandingkan hari biasanya. Pasalnya, jam kerja pegawai akan  dipangkas lima jam.

Pada hari normal pegawai bekerja 37,5 jam. Selama menjalankan ibadah puasa berkurang menjadi 32,5 jam. Pemkot Mataram akan mengeluarkan surat edaran mengikuti edaran Badan Kepegawaian Nasional (BKN). “Kita tunggu dulu surat edaran bunyinya seperti apa,” kata Asisten III Setda Kota Mataram, Dra. Hj. Baiq Evi Ganevia, Jumat, 19 Mei 2017.

Iklan

Evi menjelaskan, jam kerja pegawai awalnya masuk jam 07.00 Wita, tetapi saat puasa nanti, diberikan toleransi hingga jam 08.00 Wita. Demikian pula pulangnya pukul 15.00 Wita atau maju satu jam dari biasanya. Akan tetapi, jam istrihat hanya diberikan waktu 25 – 30 menit.

“Kan ndak harus makan siang. Palingan 25 menit. Mereka juga mau ngapaian pulang,” tegasnya.

Pola absensi tetap menggunakan sidik jari. Ini sebagai kontrol pemerintah terhadap tingkat kedisiplinan pegawai. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap tunjangan kinerja mereka. Karena, setiap akhir bulan akan direkap oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. Lalu diserahkan ke Badan Keuangan Daerah.

Pengurangan jam kerja serta dikuranginya aktivitas kegiatan bukan berarti tegas Evi, produktivitas pegawai berkurang. Kalau produktivitas menurun pada hari pertama dianggap wajar karena perlu penyesuaian. “Pokoknya tidak ada alasan produktivitas kerja menurun,” tegasnya.

Pengurangan jam kerja wajar selama ramadan. Sepanjang tidak mempengaruhi pelayanan terhadap masyarakat. Rumah sakit, puskesmas maupun instansi pelayan publik harus menunjukan produktivitas mereka. “Asalkan masyarakat dilayani ndak apa-apa jam kerjanya dikurangi,” kata Saparwadi.

Yang paling penting, menjalankan ibadah puasa bukan menjadi alasan pegawai bermalas-malasan. Sebab, mereka digaji oleh negara sehingga harus menjadi representasi pelayanan masyarakat. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here