Jalur Trekking Rinjani Masih Ditutup

Selong (Suara NTB) – Hingga beberapa hari ke depan, jalur trekking atau pendakian ke Gunung Rinjani masih tutup. Meskipun Balai Pusat Vulkanologi dan Pengamatan Gunung Berapi membolehkan sampai radius 3 km, namun pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) memilih untuk tutup total.

Hal ini disampaikan Kepala Resort Sembalun Balai TNGR, Zainuddin kepada Suara NTB, Senin 10 Oktober 2016. Ia menyampaikan, pilihan pimpinan menutup total, karena tidak diinginkan terjadi hal-hal yang di luar kendali.

Iklan

Status Gunung Barujari sampai saat ini masuk kategori waspada. Kondisi ini katanya memungkinkan sewaktu-waktu anak Gunung Rinjani ini kembali meletuskan abu vulkaniknya. Seperti kejadian beberapa waktu lalu, semburan abu vulkanik Gunung Barujari sampai ke ketinggian 2.000 meter dari kawah gunung.

Aktivitas gunung yang masih aktif  ini membuat petugas Balai TNGR memilih aman. Di mana, tidak ada jaminan keselamatan bagi warga yang mendekati gunung meletus. Meskipun ada rekomendasi sampai batas beberapa km, namun dianggap tidak memberikan jaminan keamanan saat terjadi letusan kembali.

Diakui, akibat penutupan total Gunung Rinjani ini membuat protes sejumlah pelaku usaha di Sembalun. Dimana, aktivitas wisata Sembalun menjadi sedikit lesu, karena Gunung Rinjani. Menyikapi hal ini, pihak TNGR memilih untuk mengedepankan aspek keselamatan daripada kejadian-kejadian tidak diinginkan terjadi.

Kepala Desa Sembalun yang juga pelaku wisata, Diralam mengutarakan, Sembalun sebenarnya sangat aman selama aktivitas erupsi Gunung Barujari. Beberapa kali gunung berapi yang cukup aktif itu mengeluarkan abu vulkaniknya, warga Sembalun justru tetap aman dan tidak terkena imbas dari letusan gunung.

Dampak buruknya, aktivitas trekking Rinjani melalui jalur Sembalun menjadi  sepi. Pasalnya, penutupan oleh pihak TNGR membuat para porter dan pelaku usaha ini istirahat. Aktivitas warga Sembalun sendiri saat beberapa kali Barujari meletus tetap terkendali. Bahkan suara letusan pun banyak tidak terdengar oleh warga. (rus)