Jalur Pendakian Rinjani Resmi Dibuka

Selong (Suara NTB) – Setelah hampir tiga bulan ditutup, jalur pendakian Rinjani akhirya resmi dibuka sejak Kamis, 1 Desember 2016. Lampu hijau itu datang dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hanya saja, pendaki masih dilarang mendekati  danau Segara Anak.

“Saya sudah rapat siang tadi dengan para pelaku wisata, kami sampaikan Rinjani sudah dibuka,” kata Kepala Resort Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sembalun, Zainuddin kepada Suara NTB di Sembalun, Kamis, 1 Desember 2016.

Iklan

Status Gunung Rinjani tak berubah, masih waspada level II. Tapi aktivitas pendakian dibolehkan hanya sampai di radius empat kolometer dari Gunung Baru Jari. Sebab dalam pengamatan tidak ada aktivitas erupsi atau semburan abu vulkanik dari Gunung Baru Jari, sehingga Gunung Rinjani dipastikan dalam kondisi relatif aman.

Dalam rapat itu dijelaskan, pendaki hanya boleh sampai ke Pelawangan hingga ke puncak 3.726 mdpl. Tapi pendaki yang sampai ke Pelawangan, dilarang turun ke Danau. Termasuk pendaki yang masuk dari Senaru Lombok Utara, tidak boleh mendekati apalagi membangun tenda dan menginap di danau. Radius larangan dilonggarkan menjadi empat kilometer dari Segara Anak.

“Kalau larangan ada di radius dua kilo dari Gunung Baru Jari masih berlaku. Hanya boleh sampai di radius empat kilometer, jadi sampai di Pelawangan saja,” tandasnya.

 Soal pendaki yang masih nakal mendekati dan menginap di pinggir danau, diakuinya sangat sulit dikontrol. Apalagi ketika sudah resmi dibuka. Dipastikan arus pendakian wisatawan lokal dan mancanegara akan ramai ke gunung tertinggi keenam di Indonesia itu.  “Apalagi sekarang banyak jalur tidak resmi atau jalur tikus. Itu yang sulit kami pantau,” jelasnya.

Diketahui, sebelumnya penutupan jalur pendakian menindaklanjuti surat Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Nomor  2622/45/BGLV/2016 tanggal 27 September 2016.

  Jalur Trekking Rinjani Masih Ditutup

Dalam surat itu, diinformasikan tingkat aktivitas Gunung Rinjani dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Sehingga terhitung mulai Selasa tanggal 27 September 2016 lalu,  seluruh jalur pendakian ke Gunung Rinjani ditutup dari segala aktifitas pendakian. (ars)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here